Rekrutmen Tenaga BLUD Puskesmas Disoal DPRD
-Laporan Takwo Heriyanto
Jumat, 11/09/2015, 01:18:09 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meminta proses rekrutmen tenaga kerja yang dilaksanakan 5 Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas di Kabupaten Brebes, berjalan sesuai aturan dan trasparan. Mengingat tenaga kerja yang dibutuhkan itu jumlah peminatnya cukup banyak.

"Jangan sampai nantinya ada istilah titipan dari pihak-pihak tertentu," ujar anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wicaksono, Kamis 10 September 2015.

Menurut wakil rakyat dari Fraksi Golkar yang terbilang vokal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, yang membawahi proses perekrutan tenaga kerja tersebut harus profesional.

Sementara, selama proses pendaftaran dibuka persyaratan yang ditetapkan panitia dipersoalkan, karena mendadak berubah-ubah. Hal itu mengundang kecurigaan para calon peserta. Mereka menilai proses rekrutmen tenaga BLUD Puskesmas tersebut syarat permaian dan titipan. Apalagi, perubahan persyaratan yang dilakukan itu dinilai sumbstansial.

"Bagaimana kami tidak curiga rekrutmen ini syarat permainan dan titipan, persyaratannya saja berubah ubah terus secara mendadak. Syarat umur misalnya, yang semula ditetapkan maksimal 35 tahun berubah hingga dua kali menjadi maksimal 30 tahun, kemudian berubah lagi terakhir menjadi 40 tahun," keluh M Nasri (33), salah seorang calon pendaftar, kemarin.

Menurut dia, tak hanya syarat umur. Syarat indek prestasi yang telah ditentukan panitia juga berubah-rubah, dari minimal 3 turun menjadi 2,6. "Ini membingunkan para calon pendaftar. Ada apa sebenarnya," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Brebes, Sri Gunardi Parwoko saat dikonfirmasi terkait hal itu, secara tegas pihaknya membantah terhadap indikasi yang dituduhkan tersebut. Proses seleksi dilakukan oleh tim independen dari univesitas sehingga dijamin aman dari permainan dan titip-titipan.

"Gak bisa itu, saya sudah tekankan kepada panitia rekrutmen harus dilakukan sesuai aturan. Seleksinya juga kami menggunakan tim independen dari Unsoed Purwokerto. Bagaimana mau bisa titip atau main-main," tuturnya.

Dia menjelasakan, perubahan di beberapa persyaratan itu dilakukan atas hasil evaluasi selama proses pendaftaran, yang ternyata jumlah peminatnya sangat sedikit. Dari sebanyak 903 fomasi yang dibuka, awalnya peminat atau pendaftar tidak ada separohnya.

"Tapi, saat ini sudah mencapai separoh lebih. Atas hasil evaluasi, sehingga diputuskan persyaratan lebih dipermudah dengan harapan banyak peminat yang mendaftar," paparnya.