![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Masyarakat Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengaku sangat kecewa dengan sikap Kepala Desa Randusanga Kulon, yang dinilai sangat controversial yaitu terlalu jauh mencampuri urusan teknis kegiatan pembangunan infrastruktur di desanya.
Hal itu disampaikan oleh warga RT 4 RW 2 Desa Randusanga Kulon, Bambang Sumitro, Kamis 10 September 2015. Menurut Bambang, pernyataan Kades yang dimuat media massa atas penyikapannya terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastrukstur di desanya diduga sarat dengan kepentingan pribadi. Seharusnya, urusan teknis kegiatan bukan merupakan wewenang Kepala Desa, tapi menjadi tanggungjawab dari tim pemeriksa proyek pemerintah.
“Kami masyarakat sudah sangat diuntungkan dengan adanya proyek talud dan infrastruktur lainnya, kok Kadesnya sendiri justru uring-uringan terhadap adanya proyek itu, ironisnya lagi, yang menjadi pemicu Kades geram dan marah adalah urusan-urusan yang bersifat teknis. Bukannya terimakasih kok malah uring-uringan, itu jelas sangat ngawur, ” kata Bambang.
Bambang mengatakan, sikap Kades Randusanga Kulon justru bertolak belakang dengan pendapat masyarakat yang justru bangga dengan adanya kebijakan pembangunan infrastrukstur pedesaan yang selama ini diidam-idamkan khususnya oleh masyarakat petani. Lebih jauh Bambang menambahkan, masyarakat desa khawatir, pernyataan minir Kepala Desa atas penyikapannya terhadap proyek-proyek infrastruktur di desanya itu dapat mempengaruhi kebijakan pembangunan di masa mendatang.
“Kepala Desa kok bersikap seperti itu, kalau untuk urusan yang teknis-teknis seperti itu kan sudah ada yang menangani sendiri. Kepala Desa itu justru seharusnya berterimakasih dengan adanya pembangunan infrastruktur di desanya. Kami jadi khawatir, dengan sikap Kades yang seperti itu plot pembangunan infrastruktur di tahun berikutnya dialihkan ke wilayah lain. Kades cap apa sih ?,” ujar Bambang.
Seperti diberitakan PanturaNews.com, Kades Randusanga Kulon, H Slamet Maryoko alias Jarot mengaku geram dengan kegiatan pembangunan infrastruktur di lingkungan desanya yang dinilainya dikerjakan asal-asalan dan amburadul.
Kades Jarot, juga menuding kalau pihak dinas terkait tidak transparan terhadap kegiatan proyek yang ada di desanya itu. Selain tidak dilakukan sosialisasi terlebih dulu, juga tidak pernah ada monitoring terhadap kegiatan tersebut.