RSUD Bumiayu Tidak Keberatan Dokter Mundur
-Laporan Zaenal Muttaqin
Jumat, 11/09/2015, 12:43:30 WIB

Kepala RSUD Bumiayu, drg Rojikin SH

PanturaNews (Brebes) - Kepala RSUD Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, drg Rojikin SH menyatakan tidak keberatan jika dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, dr Ahmad Ridlo SpOG mundur. Jika benar berniat mundur RSUD Bumiayu tetap aman sebagai Rumah Sakit Tipe D.

"Kalau ingin mundur silakan ajukan saja nanti saya akan bantu untuk memprosesnya," ujar drg Rojikin saat dihubungi PanturaNews.Com melalui telepon selulernya, Selasa 08 September 2015.

Menurutnya, persyaratan Rumah Sakit Tipe D seperti RSUD Bumiayu minimal memiliki dua dokter spesialis dari empat spesialis, yakni spesialis bedah, spesialis kandungan, spesialis anak, dan spesialis penyakit dalam.

"Jika dr Ahmad Ridlo SpOG mundur berarti masih ada tiga dokter spesialis, sehingga masih aman bagi RSUD Bumiayu," kata Rojikin.

Dikatakan, dr Ahmad Ridlo SpOG sudah lama menyampaikan ingin mundur, bahkan sejak awal bertugas di RSUD Bumiayu. Upaya untuk membujuknya untuk tetap di RSUD Bumiayu juga telah dilakukan.

"Jika peralatan di RSUD Bumiayu masih kurang, saya juga memberi kesempatan untuk mengatur waktu dan sambil praktek di RS swasta," kata Rojikin.

Alasan ketidaknyamanan dalam bekerja di RSUD Bumiayu, dan tidak dilibatkan dalam rapat-rapat kordinasi atau usulannya sering tidak direspon juga tidak dapat dimengerti. RSUD Bumiayu milik pemerintah sehingga setiap pengajuan anggaran baik untuk obat dan lainnya harus diajukan ke Pemkab dan juga persetujuan dari DPRD, sehingga bukan berarti tidak ada respon tapi itu adalah mekanismenya.

"Bukan saya tidak merespon usulannya tapi ini RS pemerintah yang setiap anggaran harus diajukan dulu ke pemerintah dan juga DPRD," terang Rojikin.

Ditambahkan, saat ini RSUD Bumiayu tetap berjalan dan tidak ada masalah, kordinasi antar bagian juga bagus. Hanya komunikasi dengan dr Ahmad Ridlo SpOG yang kurang karena yang bersangkutan sering tidak hadir dalam kegiatan rapat. "Terakhir rapat dia juga tidak datang hanya diwakilkan pada bidan," ungkap Rojikin.

Seperti diberitakan sebelumnya, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang bertugas di RSUD Bumiayu, dr Ahmad Ridlo SpOG berniat mengundurkan diri dari RSUD tersebut. Dokter spesialis yang bertugas di RSUD Bumiayu sejak Mei 2012 lalu ini, berniat mundur karena merasa tidak nyaman dengan suasana kerja di RSUD Bumiayu.

"Saya merasakan tidak nyaman lagi berada di RSUD Bumiayu, maka lebih baik mundur," ujarnya.

Alasan dirinya ingin mundur karena merasa kurang bermanfaat berada di RSUD Bumiayu, dan suasana kerja juga sangat tidak kondusif. Selain sebagai dokter spesialis, juga Ketua Komite Kesehatan RSUD Bumiayu, dirinya tidak dilibatkan dalam rapat-rapat dan kordinasi lainnya.

"Sudah tiga tahun lebih bertugas di RSUD Bumiayu ,saya tidak pernah dilibatkan dalam meting (rapat-Red) dan tidak diajak kordinasi," kata Ridlo.