HKTI Harus Mampu Jembatani Harapan Petani
JAY-Riyanto Jayeng
Minggu, 11/04/2010, 15:37:00 WIB

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, Agus Santoso. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) harus mampu menjembatani keinginan dan harapan petani. Fakta membuktikan, pengembangan sektor pertanian selama ini belum mencapai hasil yang memuaskan. HKTI diminta untuk mau melihat kenyataan itu.

Demikian sambutan tertulis Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak yang disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, Agus Santoso dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus dewan pimpinan HKTI Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang yang dipusatkan di pendopo Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Minggu 11 April 2010.

“Bagaimanapun, proses kinerja petani dalam meningkatkan produksi sudah terjadi. Namun hingga kini kehidupan petani relatif belum berubah ke arah yang lebih baik. Satu hal yang menjadi kendala adalah kesulitan dalam mengakses sarana produksi, pemasaran produk dengan harga layak, kesulitan dalam mengakses teknologi dan penyempitan lahan pertanian,” kata Ikmal.

Lebih jauh dijelaskan, hendaknya seluruh pengurus HKTI 4 daerah yang baru saja dilantik, dapat menjalin komunikasi aktif dan saling bertukar pengalaman guna memperoleh informasi pengembangan pertanian. Menurutnya, saat ini kebutuhan mendesak yang dialami petani adalah revitalisasi secara berkelanjutan di sektor pertanian yang meliputi peningkatan pemberdayaan semua unsur dan sumberdaya serta akselerasi penajaman program aksi secara berkelanjutan.

“Pada sumber daya pertanian, yang dimaksud dengan revitalisasi adalah perubahan pola pikir dan perilaku petani. Misalnya dalam proses produksi, hendaknya petani memiliki inovasi dan mampu menyikapi perubahan dalam pertanian secara tepat dan cepat. Peran HKTI adalah mendorong petani agar memilki semangat, motivasi, kemampuan dan kemandirian dalam upaya mengejar kemajuan,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, Ketua HKTI Kabupaten Pemalang, H Urip Nugroho SH MM mengatakan, pada prinsipnya 90 persen wilayah Kabupaten Pemalang adalah basis pertanian. Hampir semua penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dikatakan, berbicara soal kebijakan pemerintah terhadap pertanian, dinilai sudah lebih dari cukup. Menurutnya, yang menjadi kendala utama para petani di daerahnya adalah soal saluran irigasi di wilayah Pemalang Timur.

“ Menurut kami, semua program dan kebijakan pemerintah khususnya Pemkab Pemalang terhadap masalah pertanian sudah cukup bagus. Meskipun ada beberapa bagian kecil yang butuh tindakan intensif untuk dikaukan pembenahan. Yaitu soal irigasi di wilayah Pemalang timur. Di wilayah ini, distribusi air ke persawahan sangat minim sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan petani,” katanya.

Sementara panitia acara, Drs. Soekardjo Doelmadis mengatakan, masa bakti pengurus HKTI 4 daerah yang baru dilantik itu adalah 2010-2015. Dikatakan, untuk HKTI Kota Tegal, sebagai Ketua Drs. Soekardjo Doelmadis, Sekretaris H Kusharnoto, untuk Kabupaten Tegal sebagai Ketua Drs. Soelistiyanto, Sekretaris Pratikto SH, untuk Kabupaten Brbes sebagai Ketua Ir. Masrukhi Bahro, Sekretaris Hartasan, untuk Kabupaten Pemalang sebagai Ketua H Urip Nugroho SH MM dan Sekretaris Ir. Nuril Azhar.