Peran Mahasiswa Untuk Ibu Hamil-Menyusui
--None--
Selasa, 09/06/2015, 12:40:04 WIB

ASI merupakan singkatan dari Air Susu Ibu adalah sebuah asupan makanan bagi balita yang hanya di beri air susu dari ibunya. Pemberian ASI eksklusif oleh ibu ternyata hasilnya cukup membuat kita turut prihatin. Hal ini ditunjukkan dengan hasil riset pada tahun 2010 yang lalu yang dilaksanakan oleh Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pemberian ASI di Indonesia saat ini bahwa persentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 % (www.depkes.go.id).

Penyebab akan persentase ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat terutama dalam hal ini ibu tentang pentingnya serta manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi itu sendiri. Padahal dalam kandungan ASI Eksklusif ini dan juga kandungan air susu ibu pada umumnya banyak terdapat karotenoid dan selenium, sehingga ASI ini akan berperan benyak dalam sistem pertahanan tubuh bayi untuk mencegah berbagai penyakit. Karena dalam manfat menyusui ASI terutama dalam tiap tetes ASI ini juga mengandung mineral dan enzim yang bermanfaat dalam rangka pencegahan penyakit dan antibodi yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan kandungan yang terdapat dalam susu formula.

Menurut Azrul Anwar (2004), ASI eksklusif sangat penting untuk peningkatan Sumber Daya Manusia kita di masa yang akan datang, terutarna dari segi kecukupan gizi sejak dini dengan pemberian ASI selama enam bulan pertama akan menjamin tercapainya pengembangan potensial kecerdasan anak secara optimal. Hal ini karena selain sebagai nutrien yang ideal dengan komposisi yang tepat serta disesuaikan dengan kebutuhan bayi,

Cakupan Air Susu Ibu di Brebes

Cakupan ASI Eklusif di kabupaten brebes hingga saat ini menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes di tahun 2013 masih pada posisi 39 % sehingga masih jauh dari prosentase nasional, sedangkan data menunjukan bahwa prosentase selalu di bawah angka nasional yakni pada tahun 2007 (48%), Tahun 2008 (64%), Tahun 2009 (45%), Tahun 2010 (36%), Tahun 2011 (34%), Tahun 2012 (51%)

Dari data yang ada sudah barang tentu pemerintah Brebes harus mempunyai gebrakan untuk berupaya meningkatkan cakupan ASI Eklusif , walaupun dengan sudah di bentuknya lembaga yang menangani pada bidang kesehatan yakni di ASI seperti adanya KPIBU, KPASI dan lainnya.

Cakupan ASI di tiap Puskesmas

Cakupan ASI Ekslusif 0-6 bulan di 4 Puskesmas di Kabupaten Brebes menurut data Kesehatan Kabupaten Brebes sampai dengan September 2014 masih dibawah target yang di anjurkan oleh WHO yaitu mencapai 50%. Puskesmas tersebut antaranya di Puskesmas Sidamulya (33,26%), Puskesmas Jatirokeh (45,24%), Puskesmas Brebes (47,05%), dan Puskesmas Wanasari (49,16%).

Angka ini menandakan hanya sedikit anak di wilayahnya yang memperoleh kecukupan nutrisi dari ASI. Padahal ASI berperan penting dalam proses tumbuh kembang fisik, daya tubuh anak menjadi sehat,IQ anak semakin pintar dan mental anak dengan dampak jangka panjangnya.

Mahasiswa di Garda Depan

Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya ataupun daerahnya. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat

Peran Mahasiswa

Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan.

Dengan begitu mahasiswa di harapkan mempunyai peran penting dalam membangun kesadaran di masyarakat tentang Cakupan ASI Eklusif mengingat untuk di kabupaten brebes sendiri untuk cakupan ASI masih jauh di bawah standar Nasional yakni masih 39% dengan segala kemampuan dan keterampilanya komunikatif nya. Dengan stok mahasiswa di kabupaten brebes begitu banyak akan lebih efektifnya pemerintah mulai merangkul setiap mahasiswa untuk menyuarakan ASI terhadap ibu hamil dan ibu menyusi dan melarang keras untuk anak diberi asupan susu formula di tempat tinggalnya masing-masing.

Namun sebelum mahasiswa menjalankan perannya alangkah baiknya mereka di ajarkan pelatihan atau pembekalan tentang ASI agar ketika akan bergerak melakukan sosialisasi dengan cara pendekatan terhadap ibu hamil dan ibu menyusi bisa secara tepat dan jelas ilmu tentang ASI.

Dengan metode 1 Mahasiswa 1 Bumil & Ibu Menyusi tentunya akan mempermudan dalam mengawasi dan melakukan sosialisasi edukasi tentang asupan ASI dengan begitu cakupan ASI di brebes di targetkan bisa terdongkrang. Adapun peran mahasiswa yang harus dilakukan yakni pengawasan terhadap ibu hamil dan ibu menyusui,

a.Ibu Hamil

Peran mahasiswa terhadap ibu hamil adalah mahasiswa di harapkan melalukan sosialisasi komunikasi dan edukasi pada ibu hamil seperti pengawasan kehamilan, pemberitahuan harus periksa, harus meminum vitamin, harus di timbang, dan memberikan informasi yang cukup tentang kehamilan yang sehat dan tidak beresiko kematian.

b.Ibu Menyusi

Kegiatan mahasiswa saat melakukan pemantauan terhadap ibu menyusi yakni mahasiswa melakukan pemantauan dengan mengontrol dan kunjungan resmi ke ibu yang sedang menyusui atau bisa dilakukan dengan via sms dan telepon seluler serta melakukan pencatatatan dan pelaporan ke tenaga medis seperti bidan desa atau ke puskesmas terdekat bila terjadi kasus khusus ibu menyusi.

(Eko Dardirjo adalah mahasiswa anggota KPMDB Wilayah Jakarta, tinggal di Brebes)