Drainase Jalan Batursari Sirampog Rusak
ZM-Zaenal Muttaqin
Selasa, 06/04/2010, 15:28:00 WIB

Drainase ruas jalan kabupaten di Desa Batursari, Sirampog ini akan dibangun (FT; Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Sirampog) – Kondisi drainase di sepanjang jalan Desa Batrusari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes memprihatinkan. Warga setempat sudah lama menunggu untuk segera diperbaiki. Bahkan pembangunan drainase itu telah lama diusulkan ke pemerintahtah. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Brebes melalui APBD 2010 ini akan membangun drainase tersebut.

Kepala Desa Batursari, Pahnuri, Selasa 6 April 2010 mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya rencana pembangunan drainasi di ruas jalan desanya. "Kami sudah mendapat informasi drainase jalan akan dibangun tahun ini," katanya.

Menurutnya, ruas jalan kabupaten di desa Batusari selama ini sering mengalami kerusakan akibat tidak tertatanya drainase di kedua sisi jalan selebar empat meter itu. Pada saat turun hujan air meluber ke badan jalan dan mengakibatkan aspalnya terkelupas sehingga jalan selalu cepat rusak. "Drainase tidak dibangun sehingga jalan cepat rusak, meski belum lama dibangun," ujar Pahnuri.

Ditambahkan, pihaknya telah beberapa kali mengajukan usulan pembangunan drainase dan baru tahun 2010 ini usulannya akan terealisasi. "Mudah-mudahan tahun ini benar-benar terealisasi seperti informasi yang kami peroleh dari dinas terkait," imbuh Pahnuri.

Kepala UPTD Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Wilayah Bumiayu, Kuspramono SE, melalui Staf Bina Marga dan Tata ruang Kecamatan Sirampog, Roijin membenarkan akan dibangunnya drainase ruas jalan kabupaten di Desa Batursari, tepatnya di Dukuh Anggrung. "Tahun 2010 ini Pemkab Brebes telah mengalokasikan melalui APBD untuk pembangunan drainase di Dukuh Anggrung Desa Batursari," katanya.

Pihaknya juga telah melakukan survei ke lokasi rencana pembangunan drainase sepanjang 200 meter dengan anggaran sebesar Rp 48 juta. "Rencananya pembangunan drainase dilakukan secara bertahap, tahap pertama sepanjang 200 meter dengan alokasi anggaran sebesar Rp 48 juta," tutur Roijin.