Pedagang Pasar Bumiayu Tolak Pindah Lokasi
-Laporan Zaenal Muttaqin
Kamis, 16/04/2015, 08:29:56 WIB

Pasar Induk Bumiayu, pedagang di pasar ini menolak adanya rumor untuk pindah ke lokasi baru (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pedagang di Pasar Induk Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, resah dengan munculnya kabar akan ada pemindahan pasar. Sekitar 800 pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Induk Bumiayu (P3IB) menolak jika nantinya ada pemindahan tersebut.

"Kami semua pedagang menolak adanya kabar rencana pemindahan pasar," kata Nasob Gozali kepada PanturaNews.Com, Kamis 16 April 2015.

Menurutnya, ada rumor beredar akan dilakukan pemindahan Pasar Induk Bumiayu ke lokasi di dekat Terminal Bumiayu, tepatnya di Jalan Lingkar. Pemindahan Pasar Induk Bumiayu karena dinilai menjadi sumber kemacetan dan keruwetan lalu lintas di Kota Kecamatan Bumiayu.

"Kami para pedagang telah musyawarah dan sepakat menolak adanya pemindahan, meski saat ini itu baru rumor," katanya.

Dikatakan, rumor itu diketahui setelah adanya rapat kordinasi (rakor) dilakukan di kantor Kecamatan Bumiayu dengan para Kepala Desa dan unsur Muspika. Pada rakor tersebut muncul kabar akan adanya pemindahan pasar yang anggaranya telah disiapkan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab).

"Kami dengar ada rakor di Kecamatan dan diberitakan di media akan ada pemindahan pasar," ungkap Nasob.

Pemindahan pasar akan sangat merugikan para pedagang, karena di lokasi baru baru bukan tempat keramaian. Area untuk lokasi pasar baru juga tidak akan mencukupi untuk menampung pedagang dari Pasar Induk dan Pasar Kalierang.

"Pemindahan pasar juga akan berdampak bagi pedagang yang telah memiliki banyak pelanggan dan akan kembali memulai dari nol," tutur Nasob.

Mengenai kemacetan dan keruwetan lalu lintas di pusat Kota Kecamatan Bumiayu, bukan disebabkan oleh pasar. Tetapi lebih karena kurangnya ketegasan pihak terkait dalam menerapkan aturan. Penataan masalah parkir yang kurang bagus dan tidak adanya kantong parkir serta masih adanya toko modern yang tidak menyediakan lahan untuk parkir.

"Penyebab macet itu bukan pasar, tapi masalah ketegasan dari pihak terkait dalam menerapkan aturan," tegas Nasob.

Dia menambahkan, perwakilan pedagang telah menemui Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE, dan ternyata belum ada rencana tentang pemindahan pasar. Bahkan ada rencana pengembangan untuk lantai dua Pasar Induk Bumiayu dan pedagang juga diminta untk menjaga kebersihan pasar agar nyaman bagi pengunjung.

"Ibu Bupati sendiri tidak tahu akan ada rencana pemindahan pasar. Bahkan meminta kami untuk menjaga kebersihan pasar," tandas Nasob.

Sementara itu, ratusan pedagang juga telah melakukan tanda tangan penolakan pemindahan pasar. Lebih dari 300 pedagang telah memberikan tanda tangan dan semua pedagang juga telah bersedia untuk memberikan tanda tangan penolakan pindah.