Buron Enam Tahun, Pelaku Pembunuhan Ditangkap
-Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 15/04/2015, 03:42:27 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - M. Aris Wanto (25), warga RT 04 RW 02, Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang menjadi buronan selama 6 tahun, atau tepatnya 2009 silam, atas kasus pembunuhan di desanya, akhirnya berhasil di tangkap jajaran Polres Brebes.

Tersangka berhasil ditangkap saat melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (curat) di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, bersama salah seorang rekannya, Munawar (27), warga Jalan KH Makhsum, Desa Karanganyar, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

Modus operandi yang dilakukan oleh kedua pelaku yakni dengan mencongkel pintu untuk memasuki rumah. Akan tetapi, pintu belakang rumah belakang dalam keadaan tidak terkunci. Pelaku selanjutnya melakukan aksinya tanpa mencongkel pintu.

Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo SH SIK MH saat gelar perkara, mengbatakan, pihaknya berhasil menangkap dua pelaku curat yang tempat kejadian perkara (TKP)-nya di wilayah Polsek Bulakamba.

“Kedua tersangka sudah kami tahan dan ternyata setelah dilakukan penyidikan, salah satu pelaku, yaitu Aris, yang terlibat dalam kasus pembunuhan pada tahun 2009 silam. Saat ini kami sedang mengembangkan kasusnya," ujar Sambo, saat gelar perkara kasus tersebut, di halaman Mapolres Brebes, Selasa 14 April 2015.

Menurutnya, dari kedua pelaku tersebut, pihaknya berhasil menyita beberapa barang bukti. Diantaranya, 1 buah hp tablet merk Samsung warna putih tipe T211, 1 buag gelang emas dengan berat 10.440 gram, uang tunai sebanyak Rp 4.250.000,- dan 1 buah obeng yang terbuat dari besi serta 1 unit SPM Yamaha Mio Soul.

“Kedua tersangka atas perbuatannya dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” terang Sambo didampingi Kasat Reskrim AKP Fadli SH SIK.

Sementara, berdasarkan pengakuan tersangka pembunuhan (Aris), mengatakan, ia nekat membunuh korbannya warga desanya lantaran merasa sakit hati. Korban kerap menyindirnya karena Aris anak orang tidak mampu.

"Saya sakit hati karena dia (korban) beberapa kali ejek dan rendahin saya. Saat itu, saya sering dibilang anak orang miskin enggak bisa punya ini itu," aku Aris.

Tersangka juga mengaku menusukkan pisau ke tubuh korban beberapa kali. "Cara saya bunuh dia (korban), saya lakukan tujuh kali tusukan ke bagian perutnya," katanya.

Setelah melakukan aksi pembunuhan itu, lanjutnya, ia sempat melarikan diri ke Pulau Bali untuk menghilangkan jejak. "Tak berselang lama setelah lakukan itu (pembunuhan), saya pergi ke Bali selama satu tahunan," jelasnya.