![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Berdirinya tower base transmision station (BTS) di Desa Cangkring, Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih menyisakan masalah. Pasalnya, pembangunan tower salah satu perusahaan selular yang sudah beroperasi sekitar empat bulan itu, janji memberikan dana fasilitas umum (Fasum) kepada Masjid Cangkring Lor belum terealisasi.
Janji memberikan dana kompensasi untuk fasum ke masjid, tertuang dalam surat Berita Acara Lapangan (BPL) dari pihak pelaksana pembangunan tower, yakni PT Bahtera Multi Globlal (BMG) Jakarta sebesar Rp 20 juta, yang ditanda tangani oleh perwakilanya, Umanto UP. Dan saksi-saksi dari warga serta Ketua RT 07/3 Desa Cangkring, Sutinah.
Pada BPL yang dibuat pasa Selasa 8 Juli 2014 itu, pihak PT BMG akan memberi dana dana fasum sebesar Rp 20 juga untuk Masjid Cangkring Lor, jika pembangunan tower BTS itu sudah selesai.
“Namun janji itu sampai sekarang belum terealisasi. Padahal pembangunan tower sudah selesai empat bulan yang lalu, tapi janji itu tak kunjung diselesaikan. Bahkan pihak dari BMG (Umanto-Red) akhir-akhir ini sulit dihubungi,” kata salah satu warga Cangkring, Agus Sutarno kepada PantuiraNews, Minggu 22 Maret 2015 siang.
Dijelaskan Agus, pihak BMG yang diwaliki Umanto janji akan memberikan dana untuk masjid itu Jumat pecan kemarin. Tapi sudah lebih dari sepekan tidak kunjung datang. “Kemarin dia telpon akan datang ke Desa Cangkring Senin besok (23/3). Adanya kesanggupan itu, kami menahan diri untuk bergerak sampai Senin besok,” tutur Agus.
Beberapa warga lainnya berharap janji dari PT BMG yang tertuang dalam Berita Acara Lapangan, cepat diselesaikan sehingga masyarakat tidak beropini dan saling curiga. Dengan beitu, kondisi keamanan di desa bisa terjaga dan tetap kondusif.
“Kami atas nama warga, akan menunggu pihak PT BMG untuk datang ke Desa Cangkring dan menyelesaikan dana yang dijanjikan,” tandas Agus.