Nasib 21 ABK Hilang di Laut Atlantik Belum Jelas
-Laporan Takwo Heriyanto
Senin, 16/03/2015, 07:13:35 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Nasib 21 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia, termasuk lima diantaranya asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hilang kontak di Samudra Atlantik hingga saat ini belum jelas.

Demikian disebutkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Brebes, Jawa Tengah. "Sampai saat ini belum jelas nasib dari 21 ABK Indonesia, termasuk lima diantaranya asal Kabupaten Brebes," ujar Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Brebes, Syamsul Komar, Senin 15 Maret 2015.

Namun demikian, kata Komar, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jateng bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu), telah mengambil sampel DNA keluarga ABK Hsiang Fu Chuen asal Taiwan yang hilang kontak di Samudra Atlantik tersebut.

Diketahui 5 ABK dari Brebes yang hilang itu yakni Saefudin, warga RT 3/ RW 2 Desa Kemiriamba, Kecamatan Jatibarang; Jamal, warga Desa Negla RT 07 RW 05 Kecamatan Glosari; Taryono, warga Desa Randusari, Kecamatan Glosari; Muhammad Rahmam Guling, warga Desa Jubang, Kecamatan Bulakamba; dan Indra Apriliyanto, warga Desa Banjaran, Kecamatan Salem.

Dia mengatakan, sebelumnya sempat kesulitan mencari data/keberadaan 5 ABK tersebut. Sebab, instansinya tidak diberikan surat rekomendasi atau semacam surat tembusan dari perusahaan yang memberangkatkannya.

"Pemkab Brebes sendiri belum bisa memberikan bantuan kepada keluarga ABK itu, karena nasibnya yang belum jelas," tandasnya.