![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Kasus dugaan bocornya jawaban Ujian Nasional (UN) yang beredar lewat SMS dan lintingan kertas di sejumlah SMP, yakni di SMP Negeri 3 Brebes, SMP Negeri 1 Paguyangan, SMP Negeri 2 Bumiayu dan SMP Bustanul Ulum NU Bumiayu yang di temukan Tim Pemantau Independen (TPI) Kabupaten Brebes menimbulkan pertanyaan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes, dr. Agus Sutrisno, Kamis 01 April 2010 menegaskan, Kepada Dinas Pendididkan dan pihak sekolah itu agar mencari tahu penyebab kebocoran jawaban UN tersebut. "Dugaan bocoran jawaban UN yang beredar lewat SMS dan lintingan kertas itu, Dinas Pendidikan dan pihak sekolah harus mengkroscek kebenarannya dari mana sumber tersebut,” ujar Agus.
Agus mengatakan, Dinas Pendidikan harus bersikap tegas kepada setiap kepala sekolah yang sekolahnya melakukan kecurangan dalam UN tahun 2010 ini. Hal tersebut agar tingkat kecurangan dapat dihindari dan tidak terulang lagi di tahun berikutnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pada pelaksanaan UN tingkat SMA atau sederajat tidak ditemukan adanya kasus dugaan bocoran jawaban. "Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) disejumlah SMA, baik di wilayah pantura maupun selatan Brebes, kami tidak menemukan adanya kecurangan yang dilakukan sekolah maupun siswa. Semuanya berjalan sesuai dengan prosedur ketentuan dan tidak ada masalah," ungkap Agus di kantor DPRD Brebes.
Ditempat terpisah, Ketua PGRI Kabupaten Brebes, Drs. Tarsono Hendri menjelaskan, meski terdapat laporan atau temuan dari TPI adanya dugaan bocoran jawaban, pihaknya tidak mengetahui persoalan tersebut. Karena dari TPI maupun Dinas Pendidikan serta sekolah-sekolah tidak memberitahukan ke PGRI.
Namun kemungkinan adanya dugaan bocoran jawaban soal UN itu, akan diadakan evaluasi kemudian hasilnya akan dilaporkan ke Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, bentuk pengawasan dari berbagai lembaga terkait, pada saat UN berlangsung juga akan dievaluasi dan hasilnya juga akan dilaporakan ke Provinsi Jawa tengah.