![]() |
|
|
PanturaNews (Paguyangan) - Kepala Inspektorat Kabupaten Brebes, Drs H Sutriyono MM, Rabu 31 Maret 2010, menindak lanjuti laporan masyarakat tentang dugaan penyalahganaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Paguyangan, yang digunakan untuk biaya studi banding oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Paguyangan.
Klarifikasi dilakukan langsung dengan Koordinator K3S Paguyangan, Usman didampingi Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Paguyangan, Drs M Toharudin bertempat di Kantor UPT Dinas Pendidikan setempat.
"Kedatangan kami untuk klarifikasi tentang kebenaran laporan penyalahgunaan BOS untuk studi banding," katanya.
Menurut Sutriyono, dalam klarifikasi itu pihaknya mendapat penjelasan, bahwa kegiatan studi banding dengan menggunakan dana BOS dalam rangka peningkatan mutu pendidik atau guru.
"Menurut keterangan K3S, studi banding itu untuk peningkatan mutu pendidik, namun dalam aturannya ada larangan penggunaan BOS untuk kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah, misalnya untuk studi banding atau studi tour,” ungkapnya.
Ditambahkan, inspektorat akan mempelajari dahulu ada unsur pelanggaran atau tidak, karena alasan dilakukannya studi banding berdasarkan proposal hasil musyawarah K3S untuk peningkatan mutu pendidik. “Dalam proposal hasil musyawarah K3S disebutkan untuk peningkatan mutu pendidik," imbuh Sutriyono.
Lebih lanjut kata Sutriyono, kegiatan studi banding yang dibebankan pada setiap SD sebesar Rp 410 ribu, dengan tujuan utama ke SD Standar Nasional Mangku Kusuman Kota Tegal. Selain itu juga mengunjungi Candi Borobudur di Magelang dan Monumen Yogya kembali di Yogyakarta.
"Kunjungan ke Borobudur dan Monumen Yogya Kembali sudah dilakukan pada beberapa hari lalu. Sementara studi banding ke Tegal baru akan dilakukan karena harus menyesuaikan kesediaan SD yang jadi tujuan studi banding itu," jelas Sutriyono.
Koordinator K3S Paguyangan, Usman kepada PanturaNews membenarkan, bahwa dana BOS untuk studi banding namun tidak menyalahi aturan, karena untuk peningkatan mutu. "Untuk peningkatan mutu pendidik kan boleh-boleh saja," ujarnya.
Diakui, pelaksanaan kunjungan ke Candi Borobudur dan Monumen Yogya Kembali sudah dilaksanakan, sementara studi banding ke SD Standar Nasional di Kota Tegal baru akan dilakukan setelah ada kepastiaan kesediaan waktunya. "Ke Borobudur dan Yogya sudah kami lakukan, adapun ke Tegal akan kami lakukan nanti," pungkas Usman.