![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Ratusan rumah yang tersebar di tujuh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terendam banjir. Banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari kemarin. Banjir juga akibat tanggul kali Jatibarang dadal (Jebol-Red).
Ratusan rumah yang terendam banjir di tujuh desa tersebut, yakni di Desa Kemiriamba Kecamatan Jatibarang, Kelurahan Limbangan Kulon dan Wetan Kecamatan Brebes, Desa Tanjung Kecamatan Tanjung, Desa Prapag Kidul dan Lor Losari Kecamatan Losari.
Mendapat laporan hal itu, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE langsung blusukan menemui warga yang menjadi korban banjir di tujuh desa tersebut. Dia mengajak kepada warga untuk tetap bersabar dan berusaha untuk menjaga kesehatan.
“Sabar ya bu, ini banjir kiriman akibat tanggul kali Jatibarang dadal,” ujar Idza saat blusukan ke Desa Kemiriamba meninjau korban banjir, Sabtu 7 Pebruari 2015.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan berupa mie instans, ponggol dan beras yang didistribusikan langsung kepada warga korban banjir. Bupati bersama pimpinan SKPD melakukan peninjauan korban banjir secara marathon pukul 21.00 hingga pukul 01.00 WIB di Desa Kemiriamba.
Kemudian, pagi harinya dilanjutkan ke Desa Tanjung, Desa Prapag Kidul dan Lor Losari, Desa Limbangan Kulon dan Wetan di Brebes. Kunjungan Bupati mendapat sambutan hangat dari warga. Mereka berebut bersalaman sembari menyampaikan unek-uneknya kepada Bupati.
“Disini memang langganan banjir Bu, bahkan di sini disebut gang banjir. Tapi gak setinggi ini banjirnya, bu,” ungkap salah seorang warga Limbangan Kulon menyampaikan keluhannya.
Dengan sabar dan tersenyum simpul, Bupati menyampaikan turut prihatin atas bencana banjir yang melanda masyarakat Brebes. Dia mengatakan telah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan tindakan cepat mengatasi banjir. Antara lain dengan mengeruk enceng gondok yang telah tumbuh di sungai Sigeleng.
“Nanti malam dari DPU juga akan membobol gorong-gorong yang mampat di jalan lingkar utara,” tegasnya.
Camat Jatibarang, Darmadi SH menjelaskan, banjir yang melanda warga Kemiriamba dikarenakan adanya luapan sungai Sibiyuk dan Sungai Sead akibat tanggulnya kurang tinggi. Lebih kurang 70 rumah terendam banjir karena intensitas air hujan yang sangat deras. Sementara di Limbangan Kulon dan Wetan ada sekitar 400 rumah tergenang.
“Banjirnya tidak surut-surut bu, bahkan makin tinggi,” tutur seorang warga.