![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI bekerjasama dengan Pemerintah Belanda melalui Centre for Development Innovation (CDI), melaksanakan proyek Fisheries and Aquaculture for Food Security in Indonesia (FAFI). Kegiatan ini dimaksudkan memberikan support kepada pemerintah untuk meningkatkan animo masyarakat dalam mengkonsumsi ikan.
Kali ini Kota Tegal, Jawa Tengah, ditetapkan menjadi salah satu kota percontohan untuk kegiatan tersebut, selain Cirebon, Jawa Barat dan Muara Angke, Jakarta.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, Ir. Noor Fuady disela-sela pertemuan Planning Meeting FAFI.
“FAFI adalah kegiatan yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai hasil perikanan” katanya.
Planning Meeting yang berlangsung selama dua hari 5 – 6 Pebruari 2015, di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal, merupakan pertemuan awal dari proyek FAFI untuk membuat rumusan perencanaan kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen yakni Nelayan, Pedagang Ikan, Pengolah Hasil Perikanan, Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Dinas Kelautan dan Pertanian.
Selain itu hadir pula Laboratorium Pengawasan dan Monitoring Hasil Perikanan Semarang, Cilacap dan Pekalongan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, serta dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Lebih jauh Noor Fuady menyatakan bahwa selain meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi hasil laut, FAFI juga memberikan pemahaman dan pembekalan kepada masyarakat nelayan, pedagang dan pengolah hasil perikanan untuk menjaga mutu ikan sampai ke konsumen.
“FAFI juga bertujuan untuk meningkatkan mutu ikan dengan cara memperlakukan hasil perikanan secara benar, dari perlakuan di kapal, pengolah, pedagang hingga ke konsumen. Sebab selama ini masih banyak nelayan yang memperlakukan hasil tangkapan secara asal-asalan, sehingga banyak nutrisi dan vitamin yang tercecer dan tidak sampai ke konsumen” terangnya.
Menurut salah satu anggota Central for Development Innovation (CDI), Henk Zingstra, Program FAFI terbagi menjadi 9 aplikasi, yakni menurunkan tingkat kerugian pasca panen perikanan tangkap melalui praktek peningkatan penanganan ikan (WP1), peningkatan produksi perikanan budidaya air tawar, dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan good aquaculture practices (WP2), peningkatan pemasaran dan distribusiikan dan produk olahan (WP3), dan peningkatan nilai tambah produk ikan dalam makanan (WP$).
Selain itu juga penyadaran konsumen agar memahami pentingnya ikan dalam makanan (WP5), peningkatan fungsi laboratorium pemerintah dan swasta untuk melakukan analisis pengendalian mutu ikan (WP6), peningkatan control kualitas ikan untuk pasar domestic (WP7), penguatan kelembagaan (WP8), dan peningkatan kapasitas (WP9).