Dikeluhkan, Musim Tanam Pupuk Bersubsidi Langka
-Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 04/02/2015, 05:04:44 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Sebagian besar petani di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluh. Pasalnya, saat musim tanam kali ini, sudah sepekan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, khususnya jenis urea dan KCL.

Udin (42), petani Desa Rancawuluh, Kcematan Bulakamba, mengatakan sudah hampir seminggu kesulitan mendapatkan pupuk jenis KCL. Di toko pertanian di wilayahnya bahkan kehabisan. Pihaknya sempat mencari hingga wilayah lain juga tidak ada.

"Kalau kondisi ini dibiarkan terus, bisa-bisa kami tidak dapat bercocok tanam di musim kali ini. Kami sangat berharap masalah pupuk ini segera ditangani serius oleh pemerintah," ujar dia, Rabu 4 Pebruari 2015.

Petani lainnya, Khumaedi (35) mengatakan, meski mencari hingga ke luar wilayah kecamatan, tetapi pupuk bersubsidi itu masih belum didapatkannya. Padahal, pada musim tanam padi kali ini dirinya membutuhkan cukup banyak pupuk urea karena areal tanaman padinya luas.

"Kalau saya lihat di lapangan, stok pupuk sebenarnya ada. Tapi, sulit dicarinya. Selain itu membelinya juga dibatasi. Saya sendiri tidak tahu kenapa seperti ini," terangnya.

Menurut dia, di wilayahnya untuk pembelian pupuk subsidi jenis urea Kujang setiap petani dibatasi maksimal hanya satu kuintal. Sementara, untuk mencukupi kebutuhan pupuk lahan pertaniannya seluas satu hektare lebih masih kekurangan. Lahan seluas itu mestinya membutuhkan pupuk urea sekitar 4 kuintal.

"Kalau kondisinya seperti ini, kami bisa mengalami kerugian besar. Kami juga lebih baik mengurangi luas areal tanaman padi karena pupuknya sulit didapat," akunya.

Di samping itu, lanjut dia, harga jualnya juga mengalami kenaikan cukup besar. Semula harga pupuk urea Kujang untuk satu kantong isi 50 kg Rp 110.000, tetapi saat ini naik menjadi Rp 125.000/ kg. "Bagi saya harga naik tidak masalah asalkan wajar. Tetapi, yang terpenting stok pupuk di lapangan tersedia banyak," tandasnya.