![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus mengalami kenaiakan. Hal itu diketahui banyaknya pasien yang terserang nyamuk berbahaya itu di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes.
Direktur RSUD Brebes, dr. Oo Suprana mengatakan, saat ini memasuki awal bulan Pebruari ada sebanyak 16 pasien yang menderita DBD di rumah sakit milik Pemkab Brebes ini. Sebelumnya selama kurun waktu bulan Januari terdapat 64 pasien DBD. Untuk mengantisipasi melonjaknya pasien DBD yang tidak mendapatkan kamar/ruang perawatan rawat inap, pihaknya menunda pembongkaran ruangan, khususnya di bangsal dua yang akan dibangun.
"Pembongkaran bangsal utama dua yang seharusnya dilakukan kemarin, tapi sengaja saya tunda hingga 15 hari kedepan. Ini untuk mengantisipasi melonjaknya pasien DBD yang akan mendapatkan perawatan," ujar dr. Oo Suprana, Rabu 4 Pebruari 2015.
Dia berharap dalam 15 hari kedepan nanti tidak ada pelonjakan pasien DBD, sehingga pembogkaran bangsal uatama dua bisa dilakukan sehingga rencana pembangunan renovasi RSUD empat lantai secara bertahap bisa segera terlaksana dengan baik.
Dia menambahkan, jika terdapat anak atau remaja maupun orang tua yang terkena DBD, jangan menunggu parah baru kemudian di bawa ke RSUD. "Ini supaya pasien nantinya bisa segera mendapatkan perawatan secara intensif, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan baik," tuturnya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Brebes dr Sri Gunadi P menjelaskan, jumlah penderita yang mayoritas dibawah umur ada 83 kasus DBD, delapan orang diantaranya meninggal dunia.
Kedelapan Korban meninggal akibat DBD, tiga diantaranya Moh Abdul Nizam (9) warga Rt 4 RW IV, Sulistiyowati (10) warga Rt 6/RW IV, Desa Dukuhturi Ketanggungan, Nita Aulia Febriani (4), Dukuh Bandar Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba. “Keluarga ketiga korban telah dikunjungi Bupati,” terang Sri Gunadi.