![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sebagai ungkapan bela sungkawa dan turut prihatin kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat serangan demam berdarah dengue (DBD), Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj. Idza Priyanti SE menengok keluarga tiga korban meninggal dunia akibat terserang DBD di dua desa.
Dua desa yang dikunjungi orang nomor satu itu, yaitu Dukuh Bandar, Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba dan Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.
Adapun keluarga ketiga korban yang meninggal terkena DBD, yang dikunjungi Bupati Brebes, diantaranya Moh Abdul Nizam (9) warga Rt 4 RW IV, Sulistiyowati (10) warga Rt 6/RW IV, Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Nita Aulia Febriani (4),Dukuh Bandar Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba.
Menurut Idza, apa yang dilakukannya ini semata-mata untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat Brebes serta lingkungan yang terserang DBD. “Kami ingin mengucapkan bela sungkawa dan melihat langsung kondisi lingkungan masyarakat kita,” ujar Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE, di sela kunjungan ke lokasi korban, Selasa 3 Pebruari 2015 sore.
Hadir mendampingi bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kab Brebes dr Sri Gunadi P, Staf Ahli Bupati bidang Kesra Dra Lely Mulyani MPd, Staf Ahli bidang Ekban Dr Angkatno, Kabag Humas Setda Drs Atmo Tan Sidik dan beberapa pejabat lainnya.
Dengan mengenakan baju lurik, Idza menyalami kelurga korban dan berbincang-bincang menanyakan peristiwa terjangkitnya DBD. Disaat itu pula Bupati memberikan tali asih kepada keluarga korban. “Ini hanya sekadar untuk beli wedangan tahlil,” ucapnya.
Kepada Ketua RT setempat, Bupati juga meminta untuk mengusulkan kepada Dinas Sosial agar diusulkan untuk mendapatkan bantuan kematian sesuai dengan program 6 pilar pembangungan Brebes. “Tolong pak RT supaya dibuatkan surat permohonan bantuan kematian ya,” kata Bupati.
Bupati juga melihat-lihat kondisi bak mandi, tempat penampungan air dan daerah sekitar yang kemungkinan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Bupati menyarankan agar masyarakat Brebes melakukan tindakan pencegahan (preventif) timbulnya penyakit DBD.
Antara lain pertama, melakukan program 3M (menguras, menutup dan mengubur) tempat-tempat penampungan air hujan dan lainnya. Kedua, hindari ruangan yang lembab dan perbaiki sirkulasi udara. Ketiga, jangan biarkan baju kotor menumpuk atau digantung.
Keempat, cobalah menanam tanaman anti nyamuk. Kelima, semprot rumah secara rutin dengan anti nyamuk. Keenam, gunakan hand bodi anti nyamuk di kulit. Ketujuh, tutup jendela dengan kawat kasa halus. Kedelapan, lakukan abatebnisasi tempat-tempat penampungan air bersih yang sulit dibersihkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sri Gunadi P menjelaskan, hingga kini jumlah penderita ada 83 kasus DBD, delapan orang di antaranya meninggal dunia. “Pasien DBD rata-rata anak di bawah umur,” ujar Gunadi di damping Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Brebes Awaludin.
Ke delapan Korban meninggal akibat DBD, tiga diantaranya Moh Abdul Nizam (9) warga Rt 4 RW IV, Sulistiyowati (10) warga Rt 6/RW IV, Desa Dukuhturi Ketanggungan, Nita Aulia Febriani (4), Dukuh Bandar Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba. “Keluarga ketiga korban telah dikunjungi Bupati,” terang Sri Gunadi.