Tangkapan Ikan Lokal Turun, Pedagang Datangkan Ikan Beku
JAY-Riyanto Jayeng
Selasa, 30/03/2010, 21:20:00 WIB

Pasokan ikan luar daerah milik H Slamet yang sedang dibongkar di gudang miliknya di Jalan Layang, Kota Tegal. Ikan segar beku itu dikemas dalam wadah kardus dengan volume per kardus 10 Kg. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Menurunnya potensi ikan di perairan Kota Tegal, Jawa Tengah, berakibat kepada sulitnya nelayan dalam pencarian ikan. Hal itu menyebabkan pencarian ikan dilakukan di perairan yang jauh. Dampaknya, para nelayan lebih memilih menjual ikan diatas kapal, daripada menjualnya di pelabuhan Kota Tegal. Akibat pasokan ikan di pelabuhan berkurang, maka sejumlah pedagang lebih memilih mendatangkan ikan dari luar daerah.

Hal itu seperti yang dialami salah seorang pengusaha perdagangan ikan, H Slamet, warga Jalan Layang, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal. Dalam seminggu dia bisa mendatangkan ikan luar daerah sebanyak 14 ton ikan segar beku yang sudah dikemas dalam kardus dengan kapasitas 10 Kg.

“Kami terpaksa mendatangkan ikan luar daerah, karena pasokan dari nelayan Tegal sangat berkurang. Sejumlah nelayan lebih memilih menjual ikan di atas kapal, mungkin karena jarak pencarian ikan dengan pelabuhan terlalu jauh,” kata H Slamet, Selasa 30 Maret 2010.

Lebih jauh dijelaskan, ikan segar beku yang biasa didatangkan dari Jakarta, Jawa Timur, Semarang, Cirebon itu dari jenis ikan Layang, Banyar, Tongkol, Salem yang mayoritas hasil pencarian di perairan asing seperti perairan Taiwan, Pakistan dan Cina Selatan.

“Yang jelas pangsa pasar ikan segar beku dengan ikan segar langsung dari nelayan berbeda. Demikian juga dari sisi biaya dan keuntungan. Untungnya kami sudah memilki pemesan tetap yang menjadi relasi. Mungkin bagi sejumlah pedagang ikan lain yang tidak memilki relasi, kondisi seperti ini sangat menyulitkan,” ujarnya.

Ditambahkan, agar nelayan tidak kesulitan dalam pencarian ikan dan pedagang ikan juga tidak perlu memasok ikan segar beku dari luar daerah, diharapkan ada peran serta dari pemerintah untuk merehabilitasi ekosistim perairan di wilayahnya.

“Hal itu bisa dilakukan dengan mengkampanyekan pengembang biakan biota laut dan peremajaan terumbu karang yang menjadi habitat subur bagi pertumbuhan ikan dan biota laut lainnya,” jelasnya.