![]() |
|
|
Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang mana “ bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada. Pergaulan bebas muncul seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam peradaban umat manusia, tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kemajuan terhadap kehidupan manusia, mungkin bias saja kemajuan itu membawa kemunduran. Dalam hal ini adalah dampak negatife yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Dari hal tersebut dapat dilihat dari segi katanya maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahaasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan, faktor tersebut disebabkan karena terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul. Faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa batas dan tanpa menyeleksi budaya yang sesuai dengan budaya yang ada dinegara kita.
Banyak anak remaja yang salah mengartikan arti pergaulan bebas yang sebenarnya., mereka hanya tahu kalau kita bebas melakukan perbuatan apapun itulah yang ada dibenak mereka semua. Salah satu contoh yang dilakukan anak remaja sekarang adalah pergaulan bebas. Biasanya para remaja melakukan perbuatan-perbuatan memalukan itu karena rasa ingin tahu dan ingin mencoba sesuatu. Seperti halnya seks bebas, mereka melihat adegan-adegan yang melanggar agama akhirnya nafsu mereka bergerak dan ingin mencobanya dan mereka pun melakukan hal itu dengan pasangannya tapi bukan istinya ataupun suaminya melainkan bersama dengan pasangan mereka.
Dalam agama islam telah mengatur bagaiman tata cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31 yang artinya “ Hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul “. Lalu bagaimana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan karena dalam pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
Pergaulan bebas tidak hanya menyangkut tentang hubungan-hubungan yang dilarang tetapi pergaula bebas juga menyangkut dengan budaya pacaran yang sudah ada saat ini karena berpacaran merupakan satu konsep yang sama halnya dengan pergaulan bebas. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pergaulan bebas tidak mengenal batas-batas pergaulan, para remaja dengan bebas saling bercengkrama bercampur baur antara lawan jenis, akibatnya pergaulan bebas pun mulai masuk dalam kehidupan mereka.
Banyak orang yang menggunakan dan memproklamatorkan kata cinta. Namun mengapa gambaran dan kenyataan pahit mewarnai dunia cinta. Betapa banyak cinta yang berujung pada pembunuhan bayi-bayi yang tak berdosa, banyak orang yang memiliki cinta melakukan hal-hal yang keji. Cinta berubah menjadi perceraian dan mengakibatkan suramnya masa depan generasi mendatang. Sebagian orang berpendapat bahwa cinta bermakna kecenderungan terus menerus disertai dengan hati yang meluap-laup inilah yang menjadi seseorang buta dan tuli. Kebutaan ini dapat diartikan tidak lagi melihat tata nilai terutama nilai-nilai syariat islam, sehingga banyak orang yang melanggar nilai-nilai islam dalam mengekspresikan cintanya. Yang dimaksud dengan tuli adalah tidak mau mendengar nasihat-nasihat agama yang seharusnya dapat membingkai cinta seperti yang telah dsabdakan oleh Nabi Muhammad saw “ kecintaan mu kepada sesuatu bias membuat buta dan tuli” ( HR. Ahmad).
Banyak hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas. Ini semua telah dilukiskan oleh mereka yang ada di belahan bumi barat yang dulu mengagung-agungkan kebebasan dalam segala hal termasuk kebebasan seks, kini mereka menjerit. Angka perceraian sangat tinggi dan pranata pernikahan diragukan akibatnya keluarga sebagai sendi masyarakat runtuh kemudian terjadilah runtuhnya moral. Dari segi kesehatan, perilaku seks bias menimbulkan berbagai macam penyakit diantaranya adalah wabah AIDS menebarkan kengerian dan ketakutan karena semakin liarnya perilaku masyarakat dalam pergaulan bebas. Selain itu juga terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan sehingga menimbulkan kecenderungan untuk melakukan aborsi yang juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan.
Ada banyak faktor remaja melakukan pergaulan bebas. Faktor pertama adalah orang tua, orang tua perlu menyadari bahwa jaman telah berubah, system komunikasi, pengaruh media masa, kebebasan pergaulan dan modernisasi di berbagai bidang dengan cepat mempengaruhi anak-anak remaja. Budaya hidup kaum muda masa kini berbeda dengan jaman para orang tua masa remaja dulu.
Pengaruh pergaulan yang dating dari orang tua dalam era ini adalah faktor kesenjangan pada sebagian masyarakat kita masih terdapat anak-anak yang merasa bahwa orang tua mereka ketinggalan jaman dalam urusan remaja. Anak-anak cenderung meninggalkan orang tua, termasuk dalam menentukan bagaimana mereka akan bergaul. Sementara orang tua tidak menyadari kesenjangan ini sehingga tidak ada usaha untuk mengatasinya.
Kekurang pedulian orang tua juga dapat mempengaruhi pergaualan anaknya, mereka cenderung menganggap bahwa masalah pergaulan adalah urusan anak-anak muda nanti orang tua akan campur tangan ketika telah terjadi sesuatu. Padahal ketika seseuatu itu sudah terjadi segala sesuatu sudah terlambat hanya ada penyesalan.
Factor yang kedua adalah agama dan iman, agama dan keimanan merupakan landasan hidup seorang individu tanpa agama hidup mereka akan kacau, karena mereka tidak mempunyai pandanga hidup. Agama dan keimanan juga dapat membentuk kepribadian individu, dengan agama individu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Tetapi pada remaja yang agama dan keimanannya lemah mudah sekali terjerumus dalam pergaulan-pergaulan yang tidak sesuai dengan apa yang agama mereka ajarakan, dengan mudahnya pergaulan dapat masuk dalam kehidupan mereka. Dan factor yang ketiga adalah perubahan jaman, seiring dengan perkembangan jaman kebudayaan pun ikut berkembang atau yang lebih dikenal dengan globalisasi.
Remaja biasanya lebih tertarik untuk meniru kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita, sehingga memicu mereka untuk bergaul seperti orang barat dan meniru cara berpakaian yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita sehingga memicu mereka untuk bergaul seperti orang barat yang lebih bebas tanpa adanya aturan-aturan.
Seharusnya orang tua lebih memperhatikan pergaulan anaknya dengan siapa ia bergaul. Ini salah satu cara untuk menanggulangi pergaulan bebas, tetapi jika mereka sudah terjerumus masih ada cara lain misalnya dengan psikoterapi. Tapi lebih baik menjaga dari pada mengobati, maka dari itu orang tua serta masyarakat sekarang lebih waspada terhadap anaknya ketika bergaul dan berpacaran.
Kita semua juga harus meningkatkan keimanan kita dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa. Penyaluran minat dan bakat secara positif. Jujur pada diri sendiri, yaitu dengan menyadari pada dasarnya pergaulan bebas sangat merugikan bagi diri sendiri dan bagi orang lain terutama bagi oranng tuanya sendiri sehingga pergaulan bebas dapat di hindari dan remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
Remaja juga harus berpikir untuk masa depannya, tapi jarang sekali remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan tentang apa yanag akan terjadi pada diri saya sendiri nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi yang lebih baik? Dengan itu maka remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV/AIDS nantinya.
(Sri Ayunita adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon Semester 1)