Kontroversi Presiden Dengan Naiknya Harga BBM
--None--
Selasa, 13/01/2015, 01:14:10 WIB

Ketika jokowi di pilih sebagai presiden dan jusuf kalla sebagai wakilnya,banyak terjadi kontroversi yang terjadi yaitu salah satunya kenaikan “BBM” dan “Kartu Tri Sakti”,yang telah dirasakan oleh rakyat-rakyat di atas,menengah maupun rakyat kecil,kontroversi tersebut menyebabkan rakyat dari berbagai golongan, khususnya rakyat kecil merasa jadi korban atas kebijakan pemerintah tersebut yang menaikan harga BBM bersubsidi terus melonjok,menyebabkan rakyat kecil menjadi korban atas terjadinya kebijakan pemerinta tersebut.

Kemarin giliran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jember melakukan penolakan kenaikan BBM, dalam aksinya tersebut,para mahasiswa mengaji didepan rekannya yang berpakaian pocong yang berbalut kain kafan putih yang menutupi tubuhnya tersebut,dihalaman kantor dewan bagian muka pocong tersebut ditempel foto Presiden (Jokowi) dan foto Wapres (Jusuf Kalla).hal itu sebagai simbol matinya kesejahteraan rakyat akibat kebijakan Presiden dan Wapres.

Dalam aksi tersebut dapat kita lihat bahwa bangsa indonesia tidak menginginkan kebijakan yang menyengsarakan rakyatnya,harusnya presiden membuat kebijakan untuk mensejahterakan rakyatnya malah bukan sebaliknya malah membuat rakyat menjadi lebih menderita, dan mebuat puluhan mahasiswa yang terus-menerus demo agar BBM tersebut diturunkan.

Selain kenaikan BBM, presiden Jokowi JK,juga membuat program Kartu Tri Sakti yaitu salah satunya dikantor Pos Jember mulai menyalurkan dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) yang menjadi kompensasi kenaikan BBM kepada keluarga miskin sasarannya.namun,tiga kartu sakti yang dijanjikan pemerintah hingga kemarin masih belum diterma jember.

Menurut saya Dari program kartu tri sakti tersebut harusnya diteliti atau di uji coba dulu apakah kartu tersebut bisa memudahkan rakyat atau mensejahterakan rakyat atau malah sebaliknya menyusahkan rakyat.seharusnya kartu sakti tersebut jangan dulu disebarkan pemerintah harus memikirkan bagaimana akibat dan manfaaat dari kartu tersebut bukan hanya menyebarkan kartu tersebut saja tetapi pememerintah harus melihat dampak positif maupun dampak negatif dari program atau kebijakan lainnya. Menurut saya semua program atau kebijakan semuannya bagus tapi bagaimana cara pemerintah untuk mendapatkan manfaat dan hasil yang diinginkan.

(Rumayah adalah mahasiswi Universitas Muhamadiyah Cirebon (UMC)Prodi PGSD Semester I