![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Lincak Perkusi dari Kota Tegal, menyabet juara pertama dalam final kompetisi musik paling aksi dan kreatif (Kompak) yang digelar PT Semen Gresik (PT SG) bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kota Tegal, Minggu 28 Maret 2010 malam. Sementara juara dua dan tiga, diraih KMSWT dari Desa Bedug, Pangkah dan WSWR dari Pasar Batang, Brebes. Lincak Perkusi berhak memperoleh tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 6,5 juta. Sedangkan KMSWT dan WSWR masing-masing memperoleh Rp 5 juta dan Rp 4 juta.
Even Manajer Kompak, Yudo Susanto kepada PanturaNews, Minggu 28 Maret 2010 malam, mengatakan alat musik yang dimainkan peserta tidak boleh menggunakan alat musik elektrik atau alat musik tanpa listrik. Dalam ajang ini diikuti 78 peserta dari beberapa daerah di eks karisedenan Pekalongan bahkan ada yang dari Jawa Barat. “Mereka bebas menggunakan alat musik apa saja, termasuk perabot rumah tangga asalkan tidak menggunakan elektrik,” kata Yudo.
Tujuannya, agar generasi muda bisa kreatif dalam memainkan alat musik, namun menghasilkan suara yang bagus sesuai irama yang dimainkan. Selain itu bentuk kepedulian PT SG kepada generasi muda untuk lebih kreatif. “Ini bentuk kepedulian PT SG kepada generasi muda agar mereka lebih kreatif,” ujarnya.
Ajang yang digelar sejak Jumat 26 Maret hingga Minggu 28 Maret 2010, di gedung kesenian Kota Tegal. Dari 78 peserta menyisakan 30 peserta yang berhak masuk final, yang digelar Minggu 28 Maret 2010 sejak pagi hingga malam hari. Ajang tersebut mendapat perhatian penonton yang sebagian besar anak-anak muda. Pasalnya, peserta didominasi oleh kelompok calung dan pengamen. Namun ditambah alat musik lain dari barang-barang bekas seperti ember, cangkul, kaleng dan alat-alat rumah tangga lainnya.
Menurut Ketua Grup Calung ‘Ki Sawergi’ dari Kejambon, Kota Tegal, Ubaydilah, meski grupnya kalah namun bangga bisa masuk final. Grupnya belajar calung sudah 4 tahun, yang pemainnya adalah remaja masjid, Jalan Kemuning, Kelurahan Kejambon, Kota Tegal. “Mereka latihan usai mengaji, tujuannya untuk memacu kreatifitas remaja masjid,” ujar Ubaydilah.
Meski kalah dalam kompetisi itu, namun grup calung ‘Ki Sawergi’ telah 3 kali memenangkan lomba yang sama.”Di Dedy Jaya juara 2, Brebes juara 3 dan Alun-alun Tegal juara 3,” ungkapnya.