Dugaan Penyimpangan DAK, 19 Kepsek Diperiksa Polda
AZ-Agus Zahid
Senin, 29/03/2010, 13:55:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Kajen) - Kepala Sekolah (Kepsek) SD Domiyang, Paningaran, Kabupaten Pekalongan, Slamet dimintai keterangan oleh Tim Pemeriksa dari Polda Jawa Tengah, terkait pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2009 Sabtu 20 Maret 2010  lalu. “Benar saya telah dimintai keterangan,” ujarnya melalui telepon, Senin 29 Maret 2010 siang.

Pemeriksaan yang dilakukan Polda Jawa Tengah itu didasarkan atas laporan dari Lembaga Swadaya Daya Masyarakat (LSM) Merah Putih Jawa Tengah, terhadap dugaan penyimpangan pelaksanaan DAK Pendidikan, terutama bidang fisik di Kabupaten Pekalongan.

Menurut Slamet, pihaknya dipanggil tim pemeriksa dari Polda Jawa Tengah di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, terkait laporan LSM Merah Putih kepada pihak polisi yang melaporkan dugaan penyimpangan pelaksanaan DAK pendidikan 2010 di Kabupaten Pekalongan. Namun dia mengatakan pemanggilan itu hanya sebatas klarifikasi mengenai cara pengajuan DAK, pencairan, penggunaan dan pelaporanya.

Kepsek SD Domiyang diperiksa Polda bersama 19 kepsek lainnya di masing-masing kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Para Kasek didampingi pejabat Dindik Kabupaten Pekalongan, Wanuryo dan Aditomo Herlambang untuk dimintai keterangan oleh tim dari Polda yang terdiri dari 3 anggota.

"Tidak hanya saya yang diklarifikasi, tetapi semuanya ada 19 Kasek, masing-masing kecamatan 1 orang, tapi saya tidak tahu apakah akan dipanggil lagi atau tidak," tutur Slamet.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, mengakatan pihaknya belum tahu masalah 19 kepala sekolah yang diperiksa petugas dari Polda Jawa Tengah. “Saya belum tahu,” ujarnya singkat.