Sebagai Pusat Mata Air, Bumijawa Sering Alami Kesulitan Air
JAY-Riyanto Jayeng
Minggu, 28/03/2010, 21:35:00 WIB

Tokoh Masyarakat Bumijawa, H. Mahwa.

PanturaNews (Slawi) - Sebagai sumber mata air, Desa Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sering mengalami kesulitan air. Ironisnya, tak setetespun masyarakat setempat menikmati beningnya air dari sumber mata air Kali Bulakan. Sementara, mata air Kali Bulakan sejak pendudukan penjajah Belanda, praktis hanya dinikmati oleh warga Kota Tegal.

Hal itu disampaikan tokoh masyarakat setempat, H. Mahwa dalam sekelumit sambutannya saat peringatan Hari Air se Dunia yang diselenggarakan PDAM Kota Tegal di areal mata air Kali Bulakan, Minggu 28 Maret 2010 siang.

“Jujur saja, kami warga Bumijawa tidak dapat menikmati air yang keluar dari mata air Kali Bulakan yang terletak di wilayah kami sendiri. Selama ini warga justru sering alami kesulitan air. Namun sejak dibuatkan distribusi dari sumber mata air lainnya, kini kesulitan akan air mulai tereliminir. Namun ada beberapa blok warga yang hingga kini masih kesulitan air bersih,” katanya.

Mahwa mengatakan, untuk merealisasikan kemitraan antara PDAM Kota Tegal dengan masyarakat Bumijawa, hendaknya perlu dibangun kerjasama yang saling menguntungkan. Sehingga masyarakat setempat dapat memanfaatkan hasil dari kerjasama itu untuk membiayai penggalian sumber mata air baru guna mencukupi kebutuhan air warga.

“Saya atas nama warga Bumijawa mengucapkan terimaksih apabila PDAM Kota Tegal benar-benar mewujudkan programnya yang akan menyulap areal mata air menjadi komplek wisata yang sesuai pernyataan direkturnya akan  dikelolakan masyarakat setempat,” jelasnya.

Pendapat senada disampaikan warga setempat, Muatas, yang sangat berharap PDAM dapat merealisasikan rencana positifnya tersebut. Sebab, dengan diubahnya areal tersebut menjadi tempat wisata, maka akan mengubah image negatif yang selama ini melekat.

“Wah bagus, kalau rencana itu terealisasi, paling tidak tempat itu selama ini sering dicap sebagai ajang mesum anak-anak sekolah,” katanya.