Bawang Merah Thailand Masuk Pasar Tradisionil
TK-Takwo Heriyanto
Minggu, 28/03/2010, 17:30:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Sejumlah petani di Kabupaten Brebes resah. Pasalnya, bawang merah dari Thailand kedapatan masuk ke daerahnya. Sejumlah petani bawang asal Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengaku menemukan bawang impor sebanyak 120 ton dalam enam kontainer. Bawang merah tersebut sudah beredar di pasar-pasar tradisonal yang ada di Brebes.

Hadiyanto (45), salah satu petani bawang yang dihubungi, Minggu 28 Maret 2010 sore mengatakan, dia dan petani lainnya merasa gelisah akibat beredarnya bawang merah illegal dari Thailand tersebut. Ia mengaku khawatir jika hal itu dibiarkan, nasib petani di Brebes akan semakin terpuruk karena harga bawang local tersaingi.

Menurut Hadiyanto, Pemkab Brebes tidak langsung menindaklanjuti masalah bawang impor tersebut. "Saya tidak habis pikir, kenapa Pemkab membiarkan begitu saja," ujarnya di Pasar Bawang Klampok.

Hal senada dikatakan Wardito (43). Petani asal Bulakamba ini mengaku sangat prihatin dengan masuknya bawang impor ke wilayahnya. Padahal harga bawang lokal saat ini hanya mencapai Rp 6.000. Dengan masuknya bawang dari Thailand tersebut, jelas akan mempengaruhi harga bawang lokal. "Masuknya bawang dari Thailand, jelas akan mempengaruhi harga bawang lokal,” tandasnya.

Petani berharap Pemkab Brebes segera turun tangan mengatasi masalah bawang impor yang sudah masuk ke pasar-pasar tradisional, agar nasib para petani tidak terpuruk terus-menerus.