Tak Diberi Jawaban UN, Siswa SMK Pukul Kawannya
JAY-Riyanto Jayeng
Sabtu, 27/03/2010, 16:49:00 WIB

Irfanudin, siswa kelas 3 bagian Mesin SMK DWP Kota Tegal, menunjukan luka sobek di bagian bibir atas perbuatan brutal kawan sekelasnya usai pelaksanaan UN Kamis 25 Maret 2010 lalu. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Perhelatan Ujian Nasional (UN) yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis 22-25 Maret 2010 di SMK DWP Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tegal, Jawa Tengah, berbuntut pemukulan antar siswa. Usai pelaksanaan UN di hari akhir, Kamis 25 Maret 2010, seorang siswa kelas 3 bagian mesin, Bagus Bramanto, memukul Irfanudin kawan sekelasnya hingga mengalami luka sobek di bibir bagian bawah. Akibat kejadian itu, korban melaporkan tindakan brutal pelaku kepada kepala sekolah.

Menurut penuturan korban, kejadian itu bermula dari ulah pelaku saat berlangsung ujian di kelas. Pelaku yang menurutnya terkenal badung itu, meminta jawaban soal UN kepada Ikhwan kawan sekelasnya. Oleh Ikhwan, permintaan pelaku ditolak. Sebab, sebelumnya pelaku sudah diberi jawaban soal yang sama dari Nomor 1 sampai 20.

Atas penolakan tersebut, pelaku menjadi geram dan melempar penghapus ke arah Ikhwan sambil mengancam. Dikatakan, setelah ujian selesai, di luar pelaku menghampiri Ikhwan dengan niat akan memukul. Namun Irfanudin yang saat itu berada di dekat Ikhwan segera melerai pertikaian kecil itu.

“Sialnya, saya yang melerai pertikaian antara Bram dan Ikhwan malah ditonjok kepalanya oleh pelaku. Sejurus dengan itu pelaku langsung memukul wajah saya hingga berdarah dan bibir bagian bawah ini sobek karena kerasnya pukulan pelaku,” kata Irfanudin, Sabtu 27 Maret 2010.

Sementara, Ikhwan yang diperas jawaban soal UN dibawah ancaman oleh pelaku, menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya. Merasa anaknya menjadi korban pemerasan jawaban soal UN yang berbuntut kepada pemukulan terhadap Irfanudin, Casmidi, ayah Ikhwan mendatangi sekolah guna mengklarifikasi peristiwa yang melibatkan anaknya.

“Sebagai orang tua, saya butuh keterangan dari pihak sekolah kaitan peristiwa yang melibatkan anak saya hingga berbuntut kepada pemukulan terhadap kawan anak saya. Saya nggak terima jika siswa sekolah yang berlagak jagoan itu masih terus melakukan tindakan kasar terhadap teman-temannya. Meskipun anak saya sendiri tidak menjadi korban pemukulan itu,” kata Casmidi.

Kepala SMK DWP, SugengParitno saat dikonfirmasi tidak mau memberikan keterangan apapun seputar peristiwa yang terjadi diantara siswa didiknya. Dirinya hanya mengatakan, tidak mengetahui persis soal peristiwa yang dimaksud. ”Saya tidak mengetahui persis persoalan itu,” katanya.