Rohmani: Ketegangan Menghadapi UN Picu Munculnya Isu Kebocoran Soal
ZM-Zaenal Muttaqin
Rabu, 24/03/2010, 14:15:00 WIB

Anggota Komisi X DPR RI, Rohmani SPd. (FT: Zaenal Mutaqien)

PanturaNews (Bumiayu) - Isu kecurangan maupun kebocoran selalu mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Munculnya isu kebocoran soal atau kunci jawaban setiap kali dilaksananakan UN tersebut, karena sampai saat ini ketegangan siswa dan guru dalam menghadapi UN masih sangat tinggi.

Demikian diungkapkan Anggota DPR RI, Rohmani SPd saat memantau pelaksanaan UN di SMA Negeri 01 Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 24 Maret 2010 siang.

Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan berasal dari Brebes itu, ketegangan menghadapi UN itu sendiri terjadi karena saat ini masih menjadi penentu kelulusan. Seperti praktek pada tahun sebelumnya, ada siswa yang dinyatakan telah diterima di perguruan tinggi negeri melalu jalur Program Penelusuran Minat Bakat Dan Kemampuan (PMDK), tapi ternyata di UN tidak lulus. "Dengan pengalaman-pengalaman itu siswa dan juga guru sampai saat ini masih dihantui oleh UN," ujar Rohmani.

Dikatakan, ketegangan biasanya terjadi pada siswa-siswa dan guru yang sekolah swasta yang sarana dan prasananya serta mutu gurunya belum standar. Untuk sekolah yang sudah standar seperti sekolah negeri, biasanya tidak terlalu tegang. "Karena itu sebenarnya UN bisa sepenuhnya diberlakukan jika semua sekolah sudah memenuhi standar kualitas dan itu menjadi tanggungjawab pemerintah," tutur Rohmani.

Namun begitu, menurut anggota Komisi X DPR RI ini, berdasarkan pemantauan yang dilakukannya dan laporan dari Tim Pemantau Indepenten (TPI), pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK di Brebes ini belum menemukan kebocoran. "Baik soal maupun kunci jawaban, sampai saat ini di Brebes belum ditemukan adanya kebocoran," kata Rohmani.