![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, memberi anugerah Batik Achievement 2014 kepada Jaonah (80) warga Bandung RT 5 RW 2, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Anugerah diserahkan langsung oleh Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno saat Gelar Festival Batik Tegal dalam Tegal Fashion Week 2014 “Menuju Tegal Kota Fashion”, di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu Komplek Balaikota Tegal, Sabtu 01 November 2014 malam.
Jaonah merupakan pembatik tertua di Kota Tegal. Nenek yang memiliki 7 anak dan 6 cucu ini, sejak kecil membatik hingga sekarang. Sehingga batik telah menjadi bagian dari hidupnya. Jaonah dianggap telah melestarikan batik sebagai budaya Indonesia yang diakui menjadi warisan dunia. Kelahiran 31 Desember 1930 ini memiliki motto “Membatiklah dengan Hati”. Bahkan ia selalu berupaya membatik meski punya uang atau tidak.
Pembatik ini juga diberi plakat penghargaan dan uang penghargaan sebesar Rp. 1 juta. Walikota Tegal memberi apresiasi kepada Ibu Jaonah yang dalam semasa hidupnya dari muda sampai usia saat ini terus berkreasi menciptakan batik yang bisa kita pakai dalam keseharian.
Penganugerahan disaksikan oleh Wakil Walikota Tegal, Drs HM Nursholeh MMPd dan istri, Istri Bupati Tegal Ny. Enthus Susmono, Plt. Sekda Kota Tegal, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal dan masyarakat Kota Tegal yang menyaksikan acara Fashon Week yang diselenggarakan oleh Dinporabudpar Kota Tegal.
Walikota dalam kesempatan itu berpesan kepada generasi muda Kota Tegal, untuk jangan ragu untuk memakai batik. “Kalau ada pengertian bahwa menggunakan batik adalah hanya untuk generasi tua. Itu tidak benar. Batik itu adalah kebanggaan bangsa Indonesia dan kita bangga batik Tegal sudah berkarya, sudah mengikuti kegiatan lomba, berbagai kegiatan pameran, berskala nasional bahkan nanti berskala internasional. Ada penghargaan kepada para perajin,” pesanya.
“Teruslah menggunakan batik, batik itu bisa berkreasi tidak ketinggalan jaman kalau menggunakan batik. Para perajin batik teruslah berkreasi teruslah berkarya, warna, desain kemudian tahapan yang digunakan. Jangan ragu untuk menyampaikan inspirasi dan kreasinya dalam batik,” harap Walikota kepada perajin batik.
Dikatakan Walikota, Pemkot Tegal mempunyai perhatian terhadap masyarakat untuk memberi apresiasi terhadap batik Kota Tegal. Pegawai di Lingkunngan Pemkot Tegal menggunakan batik dalam keseharian. Misalnya batik yang digunakan oleh Wakil Walikota dan Kepala SKPD dikalangan Pemkot Tegal.
“Mereka rajin menggunakan batik. Kita tampilkan batik memberi motivasi kepada masyarakat Kota Tegal,” ungkap Walikota sambil meminta Wakil Walikota dan istri serta Kepala SKPD untuk berjalan di cat walk sepanjang 50 meter di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu memamerkan batik Tegal yang dipakai.Namun Walikota meminta mereka berjalan setengahnya saja.
Kepala Disporabudpar Kota Tegal, Drs R Supriyanta menyebut selain pemberian Batik Achievement 2014, juga diserahkan piala dan penghargaan kepada pemenang juara Lomba Fashion Show anak-anak, remaja dan hijab yang telah dilaksanakan mulai Sabtu siang hari mulai pukul 13.00 WIB.
Juara fashion show untuk anak diraih Nasywa Permana, remaja Astri Febia Ningsih dari hijab Harun Pertiwi Hijab. Hari pertama dilaksanakan lomba fashion shwo anak, remaja dan hijab serta penampilan desainer dan wedding.
Parade Desainer juga ditampilkan antara lain Husni Desainer, Aan Desainer, Kikan Karindra, Cipto Anggoro, Febyan Oki, Ibu Dewi (Evan Collection), Mamik Collection dan Komunitas Hijab Tegal.
Sementara untuk Wedding dari Mas Sus Griya Manten, Sona Salon, Ayu Star Wedding, Sanggar Rias Tania, Griya Ratu Penganten.
Puput, EO Seven Miracle Production mengatakan untuk hari kedua dilaksanakan senam pagi dan menampilkan beberapa komunitas untuk meramaikan event. Antar lain Mamalia, Tegal Cat Lover, Kopilate dan Skater Tegal. Selain itu ada penampilan dancer dan band performance. Pelajar juga meramaikan event itu dengan performance pelajar memakai baju batik dan terakhir lomba wedding.
Puput mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan batik kepada masyarakat. “Masyarakat menjadi tahu tidak hanya batik dari daerah lain, batik Tegal bisa didesai menjadi busana yang bagus, perancang Kota Tegal juga mampu berkreasi dengan batik Tegal sehingga menghasilkan desain yang apik dan memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.