Deviden BPR BKK dan BKK se-Jateng Meningkat
-Laporan SL Gaharu
Sabtu, 01/11/2014, 06:02:27 WIB

PanturaNews (Tegal) - Deviden PD BPR BKK dan PD BKK se-Jawa Tengah terus mengalami peningkatan. Dari sisi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), deviden atas hasil usaha tahun 2013, Pemrov Jateng menerima sebesar Rp. 52,18 milyar, meningkat 8,55 % dari tahun sebelumnya. Sedangkan kepada pemkab/pemkot se-Jawa Tengah secara kumulatif sebesar Rp. 47,28 milyar, meningkat 29,68% dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini dikatakan Pemegang Saham Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sekaligus Kepala Biro Perekonomian, Dadang Somantri yang dibacakan Kabid BUMD Biro Perekonomian Provinsi Jateng, Dwi Selo Raharjo AP Msi pada acara Penyaringan Hadiah Tamades PD BKK Tegal Barat Kota Tegal, Jawa Tengah, di Gedung Mulya Dana, Sabtu 01 November 2014 siang.

Dikatakannya, PD BPR BKK dan PD BKK se-Jawa Tengah telah berkembang semakin besar. Terlihat dari total aset triwulan 3 tahun 2-14 yang mencapau Rp. 7,25 trilyun, dana masyarakat Rp. 5,73 trilyun dengan penyalurankredit Rp. 5,92 trilyun.

Pencapaian tersebut tentu tak lepas dari kontribusi PD BKK Tegal Barat,” tutur Dadang. Pada triwulan 3 tahun 2014 asetnya mencapai Rp. 45,57 milyar, dengan dana masyarakat sebesar Rp. 40,61 milyar dan kredit sebesar Rp. 38,51 milyar.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada segenap jajaran pengurus dan karyawa, juga masyarakat Kota Tegal. Ini adalah lembaga kita bersama. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membesarkannya,” ajak Dadang.

Pemrov Jateng dan pemkot Tegal sebagai pemilik memiliki komitmen untuk terus memajukan PD BKK Tegal Barat. Antara lain dengan terus memberikan pembinaan dan penyertaan modal sesuai dengan porporsinya.

Untuk itu, kepada nasabah, Dadang berharap untuk terus memberikan kepercayaan kepada PD BKK Tegal Barat dengan meningkatkan simpanan maupun mengambil pinjaman. “Partisipasi aktif nasabah berperan penting dalam membesarkan lembaga PD BKK Tegal Barat yang output kinerjanya adalah sumber PAD yang pada akhirnya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah,” ungkap Dadang.