Bupati Pemalang Harusnya Evaluasi Kinerja Dinas PU
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews
Jumat, 31/10/2014, 02:02:26 WIB

Heru Kundhimiarso (kiri) saat orasi pada demo beberapa waktu lalu (Foto: Dok)

PanturaNews (Pemalang) - Persoalan infrastrutur masih menjadi persoalan krusial di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Saat ini, lebih dari 50 persen jalan di seluruh wilayah kabupaten, dinyatakan rusak parah sehingga perlu perhatian serius. Demikian dikatakan Direktur Puskapik saat Diskusi Publik Menggagas Kepemimpinan Pemalang, Heru Kundhimiarso, di The Winner Resto Pemalang, kemarin.

Menurutnya, terkait persoalan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang yang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU), mestinya lebih serius menangani atas kerusakan jalan-jalan tersebut. Namun sayangnya, sejumlah pihak justru menilai kinerja Dinas PU, cukup buruk.

Dengan rapor buruk yang disandang Dinas PU, sejumlah pihak menyarankan agar Bupati Pemalang, H Junaedi SH segera mengevaluasinya dan melakukan langkah kebijakan dengan mengganti Kepala Dinas PU. ”Parameter penilaian bukan subjektif. Tapi benar-benar objektif dapat dilihat kasat mata dan masyarakat bisa merasakannya,” tegas Kundhimiarso yang juga aktivis Walhi.

Lebih lanjut dikatakan, indikator penilaian buruk tersebut antara lain, akibat rusaknya sarana infrastruktur jalan yang penyebarannya hampir merata. Mangkraknya bangunan Rumah Susun (Rusun), dan kasus yang paling menonjol adalah ambruknya jembatan Comal.

Dari hasil pengamatan, lanjut Kundhimiarso, urusan pekerjaan umum dinilai tak menghasilkan kemajuan pekerjaan yang signifikan. Padahal, alokasi APBD sebagian besar digunakan untuk pemeliharaan, peningkatan, dan rehabilitasi jalan kabupaten. Namun ternyata itupun tak sesuai harapan.

“Hasilnya dapat terlihat dengan kasat mata. Masih banyak jalan kabupaten yang rusak berat, sedang dan ringan. Kerusakan tersebar di seluruh pelosok wilayah,” ungkapnya.

Parahnya lagi, buruknya kualitas pekerjaan infrastruktur yang dilakukan pihak ketiga juga mendapat sorotan tajam. “Kualitas pekerjaan sangat tidak memadai, seperti jalan dan irigasi yang baru dibangun dalam beberapa bulan saja kondisinya sudah rusak lagi. Kondisi ini diakibatkan karena proyek tidak dikerjaan sesuai dengan spek yang telah ditetapkan,” tandas Kundhimiarso.