![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah lahan milik warga di Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes yang terkena proyek jalan tol Pejagan, Kabupaten Brebes –Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, hingga kini pembebasannya belum dibayar. Padahal mega proyek kelanjutan dari tol Kanci-Pejagan itu, kini pembangunannya sudah mulai dilaksanakan. Bahkan, lahan yang terkena tol pun sudah diratakan.
Kondisi demikian, dikeluhkan warga pemilik lahan. Mereka meminta agar proses pembebasan lahan segera diselesaikan. Tak hanya itu, warga juga mengaku sangat terganggu dengan debu yang ditimbulkan dari aktivitas pekerjaan tol Pejagan-Pemalang tersebut.
Debu yang ditimbulkan dari hilir mudiknya truk pengangkut material jalan tol, menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan menggangu pernafasan warga. Sementara informasi di lapangan, selain di Desa Krasak, diperkirakan masih banyak lahan warga yang hingga kini belum selesai pembabasannya.
Perangkat Desa Krasak, Tedi mengakui, hingga kini di desanya masih terdapat sejumlah bidang tanah yang belum dibebaskan. Yakni, tanah milik tiga orang dengan luas sekitar dua hektar. Di antaranya milik Warkiman, Hj Sri Utami dan Sadwi. Lahan milik tiga warga itu belum dibebaskan karena belum terjadi kesepakatan harga. Mereka meminta segera diselesaikan pembebasannya dengan harga yang layak.
"Secara prinsip warga tidak keberatan lahanya dibeli untuk jalan tol, tapi pembebasannya segera diselesaikan. Apalagi pekerjaan saat ini sudah berjalan," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selain masalah pembebasan lahan, warga di sekitar proyek jalan tol juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan dari pekerjaan proyek tersebut. Adanya pekerjaan pembangunan tol lingkungan rumah warga menjadi kotor oleh debu yang ditimbulkan dari truk pengangkut material. Meski sejauh ini belum ada warga yang terkena penyakit, tetapi debu menyebabkan juga pernafasan terganggu.
"Kami sebenarnya sudah menyampaikan masalah gangguan debu ini kepada pelaksana proyek tol. Pihak pelaksana menjanjikan akan ada kompensasi terkait gangguan debu itu, tapi hingga kini juga belum terealisasi," ujarnya.
Humas PT Waskita Tollroad Pejagan-Pemalang Seksi II, Suharjono saat dikonfirmasi mengaku, sejumlah lahan warga yang belum dibebaskan saat ini sedang dalam proses penyelesaian, termasuk di Desa Krasak. Proses pembebasan kini diambil alih oleh PT Waskita selaku pelaksana pembangunan tol Pejagan-Pemalang.
Sementara terkait masalah debu, pihaknya juga sedang menyelesaikannya. Di antaranya, dengan menyiapkan dua mobil tangki yang berfungsi melakukan penyiraman setiap hari selama proyek berjalan. Bagi warga yang sakit akibat debu proyek, akan mendapatkan pengobatan gratis.
"Untuk pembebasan lahan kami targetkan November selesai seluruhnya. Di seksi II, lahan yang belum dibebaskan tinggal milik tiga orang," terangnya.