![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat diharapkan untuk bisa menempatkan bidan desa yang belum ada di desanya. Salah satunya adalah di Desa Ciduwet, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.
"Dari hasil monitoring tim Program Keluarga Harapan (PKH) Prestasi di Desa Ciduwet ini, belum terdapat bidan desanya. Alangkah baiknya, apabila Dinkes Pemkab Brebes untuk segera memprioritaskannya agar Desa Ciduwet ini memiliki bidan desa," ujar Tim PKH dari Bappeda Pemkab Brebes, Bayu Setiawan, disela-sela kegiatan sosialiasi penerima PKH tentang kesehatan ibu hamil di kediaman Ibu Sutinah, Desa Ciduwet, Rabu 22 Oktober 2014.
Menurut dia, keberadaan bidan desa menjadi sangat penting untuk membantu persalinan bagi ibu hamil. “Keberadaan bidan desa pada daerah yang sangat sulit mengakses fasilitas kesehatan, menjadi penting untuk memberikan penanganan pada saat proses melahirkan maupun perawatan bayi pasca kelahiran serta meminimalisir angka kematian bayi," terang Bayu.
Keterlibatan bidan desa, lanjut Bayu, mampu memberikan efek pasca kelahiran bayi, dengan memberikan penanganan kesehatan, mempromosikan vaksinasi, dan menyediakan sejumlah informasi tentang nutrisi yang diperlukan oleh bayi kepada para orang tua.
Pendamping PKH Desa Ciduwet, Mumtamar dalam sosialisasinya kepada penerima PKH tentang kesehatan ibu hamil mengatakan, setiap hari ibu hamil harus minum 1 Tablet Tambah Darah (TTD) atau multivitamin, minimal 90 hari berturut-turut. Sebab, vitamin dan mineral yang terkandung dalam tablet tambah darah berguna untuk tumbuh kembang bayi selama di dalam rahim dan perkembangan otak bayi diawal kelahiran.
"Pada Saat minum tablet tambah darah, tidak dianjurkan meminum bersama-sama dengan susu, teh, kopi, atau obat sakit maag. Karena akan mengurangi manfaat kandungan TTD. Setelah meminum TTD feces/tinja akan menjadi hitam. Tapi, hal ini sama sekali tidak membahayakan bagi ibu hamil," terangnya.
Dia menmabhakan, dukungan dari suami dan keluarga juga sangat penting dalam masa kehamilan baik dalam memastikan ibu makan yang bergizi seimbang. "Bila masih berusia muda dan remaja, maka ibu hamil perlu mendapatkan perawatan ekstra. Disamping itu, makannya diharapkan lebih banyak dan istirahat yang lebih banyak pula. Kemudian, diusahakan datang ke posyandu saat hamil untuk pemeriksaan pertumbuhan janin sekaligus konsultasi," pungkasnya.
Diharapkan pula, saat ibu sedang hamil untuk selalu menjaga kesehatan dan gizi jabang bayi serta asupan gizi selama masa kehamilan. Sebaiknya, selalu periksa di layanan kesehatan dengan membawa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk mengetahui mudahnya melihat riwayat kesehatan ibunya dan bayi dan nanti saat melahirkan serta merawat anaknya.