![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Banyak calon ibu yang belum memahami pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium parah berhubungan dengan risiko anak pendek (stunting), keterlambatan pertumbuhan mental, bahkan mengurangi kinerja otak.
"Lebih dari itu bisa berbahaya bagi pertumbuhan calon bayi," ujar Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Ety, disela-sela kunjungannya ke penerima PKH, di kediaman Ibu Evanty Ayu, di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Rabu 15 Oktober 2014.
Disisi lain, kata Ety, tidak ada pantangan makanan bagi ibu hamil asal memenuhi tiga unsur, yakni protein, karbohidrat dan lemak. Namun, jika terdapat ibu hamil tidak diperbolehkan makan telur, daging, udang, lele dan aneka jenis ikan, hal itu sangatlah tidak benar.
"Jadi, pendapat oarang awam semecam itu harus dibantah. Bile perlu diberi penjelasan makanan bergizi dari orang-orang yang paham masalah gizi, seperti bidan atau mantri," jelasnya.
Menurutnya, selama ibu hamil juga harus mendapatkan 90 tablet tambah darah, karena untuk menambah daya tahan tubuh bagi calon ibu. Begitu juga dengan pentingnya pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).
Helni Susilowati, salah satu peserta mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, bisa menambah pengetahuan mengenai pentingnya gizi seimbang yang selama ini belum diketahui.
"Saya juga baru tahu kalau tablet penambah darah tidak tidak boleh diminum dengan air teh manis atau pahit, karena dapat mengurangi khasiat dari kandungan obat penambah darah itu sendiri," tandasnya.