![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, mengucurkan dana bantuan transport untuk guru ngaji sebesar Rp 4 Milyar. Bantuan tersebut diberikan sebagai tanda terima kasih kepada para guru ngaji yang telah mengabdi selama setahun ini.
"Pemkab memandang guru ngaji telah berjasa membangun rohani sehingga melahirkan generasi qurani," kata Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE saat sambutan pembinaan guru ngaji dan penyerahan bantuan secara simbolis di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu, Senin 13 Oktober 2014.
Menurutnya, menjadi guru mengaji di masjid dan mushola yang selama ini dilakoni para ustadz dan Kiai didasari atas niat ihlas, tanpa berharap imbalan atau lillahi ta'ala. Namun atas keikhlasan tersebut, justru menjadi perhatian Pemkab Brebes. "Untuk itu, Pemkab Brebes menggulirkan dana stimulan bagi guru ngaji," ujar Idza.
Idza juga mengucapkan terima kasih kepada para guru ngaji yang dengan ikhlas telah meluangkan waktunya mencurahkan ilmu kepada umat Islam yang belajar membaca Al Quran. Dengan telaten para guru ngaji setiap hari mentransfer ilmunya di masjid, mushola maupun rumah masing-masing. “Bantuan yang tidak seberapa ini, mudah-mudahan menambah barokah,” kata Idza.
Dia menjelaskan, pemberian bantuan sebagai realisasi dari program enam pilar Pemkab Brebes. Sekaligus sebagai penghargaan kepada para ngaji sebagai bukti penyeimbang antara pembangunan jasmani dan pembangunan rohani.
Bantuan diberikan kepada 8000 orang guru ngaji se Kabupaten Brebes. Jika pada tahun lalu hanya 5000 orang, tahun 2014 ini bertambah menjadi 8000 orang. “Ini berarti ada penambahan 3000 orang atau Rp 1,5 Milyar,” ucap Idza.
Tiap orang, lanjutnya, mendapatkan bantuan Rp 500 ribu per tahun. Para guru yang mendapatkan stimulant berdasarkan usulan dari lebe (kaur kesra) di masing-masing desa atas persetujuan kepala desa. Mekanismenya, yang bersangkutan, dipilih secara selektif. Selanjutnya diserahkan kepada Kecamatan masing-masing untuk diusulkan kepada Bupati.