![]() |
|
|
PanturaNews (Bumiayu) – Sekretaris Tim Pemantau Independen (TPI) Kabupaten Brebes, Wijanarto SPd, menemukan kejanggalan pada ujian nasional (UN) di SMK Bantarkawung. Pasalnya, salah satu ruangan mendapat soal UN dalam keadaan terbuka atau tidak disegel. Hal itu menimbulkan kerancuan dan riskan kebocoran. “Secara umum UN di Korwil II Brebes lancar, tetapi menurut laporan dari petugas TPI yang ditempatkan di salah satu SMK di Kecamatan Bantarkawung, masih ada kerancuan," ujarnya.
Ia mengatakan, kerancuan itu terjadi di SMK Kecamatan Bantarkawung, yang memiliki empat ruang ujian dengan jumlah peserta UN 49 siswa. Semestinya SMK itu mendapat distribusi soal sebanyak empat amplop sesuai ruangan, tetapi hanya tiga amplop. Masing-masing amplop berisi 20 bendel soal. Sehingga dengan tiga amplop itu, satu ruang menerima soal UN dengan amplop keadaan terbuka atau sisa dari ruangan lain. Semestinya soal yang dibawa ke dalam ruang ujian, dalam keadaan disegel.
"Seharusnya siswa menerima soal ujian itu dari amplop yang tersegel, bukan sisa dari ruangan lain," ucap Wijanarto.
Dengan kejadian itu, ia merasa riskan karena bisa mengundang masalah. Distribusi soal semestinya menyesuaikan jumlah ruangan dan sisa soal tetap berada di ruangan hingga ujian selesai. "Sejauh ini memang belum ada masalah, tetapi kondisi itu menurut kami sangat riskan," tegas Wijanarto.
Sementara itu, Ketua Pelaksana UN Korwil II Brebes, H Tatang ketika dihubungi wartawan mengatakan, distribusi soal ke sekolah sudah sesuai kebutuhan. Tiga amplop soal yang didistribusikan ke sebuah SMK di Kecamatan Bantarkawung, dengan jumlah peserta UN 49 siswa dinilai lebih dari cukup. “Tiga amplop isinya 60 bendel soal, sementara jumlah siswanya hanya 49, sehingga lebih dari cukup," katanya.