![]() |
|
|
Panturanews (Brebes)-Warga Desa Rancawaluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengancam akan melakukan aksi blokade proyek Jalan Tol Pejagan, Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Pemalang yang saat ini mulai dikerjakan.
Ancaman warga akan memblokade Jalan Tol Pejagan-Pemalang itu, menyusul tanah milik desa setempat seluas 1154 meter persegi yang terkena proyek jalan tol, oleh pihak desa tidak transparan atas nilai ganti ruginya sudah diterima.
Dimana, tanah seluas satu meter perseginya dihargai Rp 275.000. Jika dikalikan 1154 meter persegi, maka jumlah nilai ganti rugi yang telah diterima oleh pihak desa total sebesar Rp 317.350.000.
"Yang menjadi persoalannya adalah uang itu kemana larinya? Harus jelas penggunaannya. Apalagi, saat itu pihak desa yang pada waktu itu masih dijabat oleh Kades (Almarhum) Kurdi, menyebutkan uang ganti ruginya akan dibelikan sawah, selanjutnya akan dibuat lapangan sepak bola.
Tapi, kini pihak Desa Rancawuluh yang dipegang oleh Pjs Kades Tohana, sekaligus sebagai Sekdes setempat, sampai saat ini tidak memberikan kejelasannya. Warga disini minta supaya pihak desa untuk transparan. Jangan pura-pura tidak tahu," kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Rancawuluh, Sugiarto kepada PanturaNews.Com, Kamis 11 September 2014.
Meski persoalan tersebut, lanjut Sugiarto, sudah disampaikan oleh pihak kecamatan setempat. Bahkan, pihak kecamatan juga meminta kejelesannya terkait uang ganti rugi tersebut, namun ternyata belum ada kejelasan sama sekali dari pihak desa.
"Warga disini menunggu jawaban yang pasti dari pihak desa. Kalau sampai tidak ada kejelasannya lagi, maka kami warga disini akan melakukan aksi blokade proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang, khususnya di desa kami," ancamnya.