![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Ratusan kapal nelayan di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), terancam tidak dapat Bahan Bakar Minyak (BBM), khusunya jenis solar. Hal itu menyusul pasokan atau stok Solar Peket Deler Nelayan (SPDN) milik pengusaha setempat, sudah kian menipis.
Disisi lain para nelayan yang berasal dari luar desa tersebut, juga ikut membeli di SPDN milik mantan anggota DPRD Brebes tersebut, mengingat kelangkaan solar di wilayah Kabupaten Brebes dan daerah sekitarnya yang sudah berjalan satu pekan.
Pengusaha SPDN Desa Kluwut, Ahmad Muttaqien mengaku, saat ini belum ada gejolak dari masyarakat, khususnya para nelayan di desanya yang kesulitan mendapatkan BBM.
"Alhamdulillah sampai saat ini, belum ada gejolak dari para nelayan di desa kami yang kesulitan mendapatkan solar agar kapalnya bisa berlayar, meskipun para nelayan di desa lainnya banyak yang membeli solar di tempat kami," ujar Aim, panggilan akrabnya kepada PanturaNews.Com, Rabu 27 Agustus 2014.
Menurut dia, sepanjang masih dalam wilayah Kabupaten Brebes, sudah menjadi kewajibannya melayani nelayan untuk membeli solar di tempatnya. "Kami tidak bisa melarangnya, karena itu sudah menjadi kewajiban kami untuk melayaninya," ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam satu bulan SPDN miliknya mendapat jatah/kiriman dari Pertamina sebanyak 608 ton. Namun demikian, dengan adanya pengurangan jatah sebanyak 20 persen dari jumlah pasokan yang dikirim semula, kini SPDN miliknya hanya menampung sekitar 480 ton.
"Tapi, untuk saat ini stok di SPDN kami tinggal sisa 60 ton. Dengan jumlah yang tinggal terbatas itu, kami khawatir tiga hari kedepan akan habis. Kami berharap kepada pemerintah agar pasokan solar yang dikirim dikembalikan semula. Artinya tidak ada jatah pengurangan solar," pungkasnya.