Garda Bangsa Aksi Tanam Pohon Singkong di Lahan Satu Hektar
ZM-Zaenal Muttaqin
Jumat, 19/03/2010, 16:34:00 WIB

Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Eman Hermawan (pakai peci hitam) melakukan aksi tanam pohon singkong di Bumiayu. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Bumiayu) - Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Gerakan Pemuda Kebangsaan (Garda Bangsa), Jumat 19 Maret 2010 siang melakukan aksi penanaman satu hektar singkong di Dukuh Blendung, Desa/Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Aksi tanam pohon singkong di tanah milik warga setempat itu, dipimpin langsung oleh Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Drs Eman Hermawan.

Ditemui disela-sela kegiatan, Hermawan mengatakan aksi tanam singkong merupakan pelaksanaan 'Suluk Ikhya'ul Mawad' atau perjalanan menghidupkan tanah yang mati, yang kini diprogramkan oleh Garda Bangsa sebagai badan otonom dari Partai Kebangkitan Bangsa. "Ini program nasional yang sedang kami mulai, namanya Suluk Ikhya'ul Mawad," ujarnya.

Suluk Ikhya'ul Mawad, ujarnya lagi, merupakan perjalanan kader Garda Bangsa untuk mengingatkan jatidirinya, bahwa untuk membangun publik atau harus dimulai dari menghidupkan tanah atau bumi kelahiran. Dari menghidupkan tanah yang mati menjadi hidup maka akan mendatangkan manfaat dari tanah tersebut, setelah itu baru berbicara masalah kepentingan yang lebih besar. "Setidaknya itu makna dari filosofi dari aksi ini," kata Hermawan.

Selama ini yang terjadi juseru terbalik dari atas. Yakni, ingin mendapat manfaat dari bawah tapi yang dibangun mulai dari kepentingan yang di atas. Garda Bangsa dalam membangun publik dimulai dari bumi, dari lingkungan hidup, dengan melakukan amal jariyah terhadap lingkungan. "Dengan adanya tanaman nantinya akan menghasilkan oksigen yang bisa dihirup oleh banyak orang, dan selama oksigen itu dihirup maka itu menjadi jariyah kami," jelas Hermawan.

Program menghidupkan tanah yang mati sengaja dimulai dari Bumiayu. Sebab, Bumiayu diyakini sebagai rahimnya tanah jawa, sementara singkong itu ibarat alat reproduksi kaum laki-laki, yang kemudian dipertemukan untuk melahirkan para kesatria nusantara. "Bumiayu itu dulu merupakan tempat lahirnya para cakrabirawa, arau satria nusantara. Maka program ini kami mulai harus di Bumiayu dan di Dukuh Blendung, yang artinya sama dengan hamil tua," jelas Hermawan lagi.

Program tersebut rencananya akan terus dilaksanakan di beberapa tempat di pulau Jawa, terutama di bagian selatan jawa dan memanjang membentuk seperti sabuk naga. Program juga akan terus dikawal sampai nantinya bisa memberikan hasil dan bermanfaat bagi masyarakat. "Kami akan terus kawal dn targetnya nanti bisa mengekspor gaplek ke luar negeri," tutur Hermawan.

Nampak mendampingi Hermawan dalam aksi tanam pohon singkong itu, Sekjen DKN Garda Bangsa, Anas Nasihin yang ikut dalam satu rombongan. Mendampingi pula jajaran Pengurus DPC PKB Kabupaten Brebes, Ahmad Zamroni SAg dan Muhammad Aenullah serta Ketua PAC GP Ansor kecamatan Bumiayu, Zaenal Arifin SAg.