Pelantikan Anggota DPRD, Diwarnai Demo Mahasiswa
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews
Kamis, 21/08/2014, 02:31:57 WIB

Pimpinan DPRD Kota Tegal saat menemui mahasiswa yang melakukan aksi demo usai pelantikan anggota DPRD (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Pelantikan anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, diwarnai aksi demo mahasiswa dan LSM yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli untuk Rakyat (Gempur) Kota Tegal, tidak jauh dari lokasi pelantikan di gedung DPRD Kota Tegal, Kamis 21 Agustus 2012 pukul 11.00 WIB.

Para pendemo diantaranya dari gabungan mahasiswa BEM Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, KAMMI Tegal, Satma PP, GMNI, mahasiswa Stimik Amik Tegal, LSM Amuk dan LSM Humanis. Pada aksi demo ini, mereka menggelar spanduk diantaranya bertuliskan ‘Penjudi jadi anggota dewan, ini mengerikan” dengan foto orang sedang berjudi, “Nyong arep ngebut kejar setoran” dengan foto Joker, “Tukang judi berangkatkan haji: dan lainnya.

Dalam orsinya para pendemo mengingatkan kepada anggota DPRD yang baru dilantik, berkerja sesuai aturan hukum dan bersikap jujur. Maraknya mafia hukum dan KKN harus dihilangkan dari kinerja para wakil rakyat sejak dilantik.

“Jadi sangatlah jelas kami membutuhkan perbaikan dan evaluasi anggota DPRD, agar menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan amanat rakyat,” ujar Ketua KAMMI Tegal, Faqih dalam orasinya.

Sedangkan Sarifudin Kopral dari BEM UPS, sebagaimana symbol anjing yang rencananya akan diserahkan kepada DPRD, menegaskan bahwa mahasiswa tidak ingin anggota DPRD akan nurut seperti anjing kepada majikannya.

“Anggota dewan jangan nurut kepada walikota, sehingga timbul praktek-preaktek KKN,” tandasnya.

Soal fungsi pengawasan DPRD kepada pihak eksekutif, menurut Faturohman dari GMNI, bahwa soal lemahnya pengawasan terbukti pada DPRD periode sebelumnya. “DPRD tahun lalu lemah dalam pengawasan, sehingga munculnya kasus Bokong Semar yang menjadikan mantan walikota menjadi tersangka KPK,” katanya.

Soal tulisan tukang judi jadi anggota dewan, menurut Ketua LSM Humanis, Agus Slamet, sebagai salah satu contoh keprihatinan terhadap anggota dewan yang buruk. Pihaknya merasa prihatin karena dari 30 anggota DPRD Kota Tegal yang dilantik, ada satu orang yang melakukan perjudian. Bahkan orang ini, kata Agus, diangkat oleh Walikota Tegal menjadi Ketua Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kota Tegal.

“Ini adalah upaya kolusi antara walikota dengan anggota dewan ini. Perjudian anggota dewan ini, dilakukan di Posko Pemenangan Calon Walikota saat Pilkada Kota Tegal lalu. Dan pengangkatan dia sebagai Ketua TPHD, ini yang menjadi keprihatinan bagi kita. Karena itu, kami menjadi pesimis dengan kinerja anggota dewan ke depan,” tutur Agus Slamet.

Ditambahkan Agus Slamet, hewan anjing yang akan diserahkan adalah symbol bahwa anggota DPRD yang sekarang jangan hanya besar omongan saja, tapi harus bisa melakukan pengawasan dan membidik pelaku-pelaku korupsi. Jangan nurut kepada eksekutif dan lainnya “Anjing yang kami bawa hanya sebagai symbol saja, bukan sebagai penghinaan,” katanya.

Ketua sementara DPRD Kota Tegal, H. Edi Suripno yang menemui pendemo mengatakan, paham dengan aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Namun pihaknya tidak bisa menerima anjing yang akan diserahkan kepada DPRD.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada mahasiswa, kami tidak bisa menerima symbol hewan anjing. Kita harus saling menghormati. Sampaikan demokrasi dengan etika,” kata Edi Suripno.

Setelah itu pendemo membubarkan diri dengan tertib dibawah pengawalan aparat kepolisian dari Polres Tegal Kota.