![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Profesor Anton Satria Prabuwono, pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah (Jateng) yang sekarang menjadi Associate Professor di King Abdulaziz University Arab Saudi dan Universiti Kebangsaan Malaysia, hadir di SMK Negeri 1 Brebes, Rabu 20 Agustus 2014.
Profesor bidang keilmuan dan pengetahuan tentang robot itu, hadir menjadi narasumber seminar sehari tentang Robotik yang digelar SMK Broadcast Cakra Nenggala kerjasama dengan SMKN 1 Brebes. Tentu saja kehadirannya itu membuat kagum ratusan pelajar, masyarakat umum, hingga komunitas Facebook Cloteh Brebes Membangun (CBM).
Dalam memaparkan materi seminar itu, ia begitu lugas menjelaskan teori tentang, perkembangan dan sisi menfaat tekbologi robotika dengan begitu baik. Sejumlah contoh robot yang banyak digunakan membantu manusia modern pun turut diketengahkan hingga menjadi bahan inspirasi bagi peserta yang hadir.
Seperti di Jepang, robot sudah bisa dibuat mirip dengan manusia, untuk bertugas untuk menerima tamu ketika ada pasien di rumah sakit. "Prof Anton ini asli putra Pesanggrahan, Brebes yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Jasa dan kemampuannya diakui oleh bangsa lain. Kesuksesan beliau berkarir di dunia praktis dan akademik tentu penting menjadi pelajaran dan cermin untuk kita," ujar Wijanarto MHum, yang menjadi moderator dalam seminar tersebut.
Karir akademiknya, menjadi terkenal mulai tahun 2011 saat diangkat sebagai Profesor Madya, karyanya ratusan karya publikasi ISI baik di jurnal Internasional maupun konferensi International. Dirinya juga membimbing sampai lulus sejumlah mahasiswa doktoral dan mahasiswa Master by Research, riset dan proyek pun sudah kenyang dijalani Anton.
Sementara, bagi Anton menjadi pendidik dan seperti sudah menjadi panggilan jiwanya. Terlebih, kebetulan bagi pria yang menguasai 5 bahasa asing itu menjadi dosen merupakan profesi yang sangat dihargai dan dihormati, dan lebih dihargai ketimbang di negeri sendiri. Penghasilan dosen di LN memang sangat memadai, hanya cukup jadi dosen tidak perlu bekerja di tempat lain untuk mencari tambahan penghasilan lebih dari sejahtera.
Malaysia dan Arab Saudi merupakan negara yang masuk peringkat menengah dan atas di dunia dalam hal penghasilan dosen. Bahkan di Arab Saudi jelas tidak perlu diragukan, dengan skema yang ada mereka mampu menarik banyak talenta akademik dari berbagai negara.
"Namun adik-adik yang paling penting adalah jangan melihat penghasilannya saja, tapi bagaimana ilmu yang kita miliki dan kuasai bisa di amalkan untuk kepentingan yang umat dan bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia juga daerah Brebes pada khususnya. Adik-adik semua pun bisa sukses, asal ada kemauan keras. Kita hidup harus man jadda wa jadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh untuk belajar dan kerja keras dalam bekerja, Insya allah akan menunai hasilnya," terang Anton memberi motivasi peserta.
Kepala SMKN 1 Brebes, Ali Subkhi MPd mengaku mengapresiasi atras kegiatan tersebut. Tidak sekadar memberi ilmu pengetahuan tentan robotika, namun lebih menginspirasi generasi muda Brebes untuk mengikuti jejak dan semangat yang ditularkan Prof Anton.
"Kegiatan ini untuk mengubah mindset atau cara pandang kepada siswa-siswi karena di pundak andalah nantinya Brebes ke depan lebih baik, dan contoh keberhasilan orang Brebes yang jadi Profesor atau guru besar di Universitas King Abdul Azis supaya bisa di jadikan contoh, agar ke depan ada banyak calon Profesor-Profesor yang lain," urainya.