![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Dua terduga agen dari teroris yang menamakan dirinya Islamic State Of Iraq And Syiria (ISIS), Ade Puji Kusmanto (31) warga RT 04 RW 2 Desa Terlangu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Risamad (24) warga Majalengka, Jawa Barat, terpaksa diamankan Polisi, Selasa 19 Agustus 2014 pukul 17:00 WIB.
Kedua pemuda yang sehari-hari berjualan Es Kelapa Muda di kawasan kantor Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu, diduga menjadi agen dari teroris ISIS.
Aksi penangkapan kedua pemuda itu berawal dari laporan warga Ustadz Syarifudin (48) warga RT 3 RW 2 Desa Kajen, Talang, Kabupaten Tegal, ke Mapolsek Adiwerna. Menurut Ustadz Syarif, keberadaan kedua pemuda yang memakai atribut kaos berlogo ISIS itu pertama kali diketahui dari postingan status Facebook milik rekannya, Achmad Tokhidin (26) warga RT 11 RW 2 Desa Pesayangan, Talang, Kabupaten Tegal.
Dari tangan kedua pemuda telah diamankan kaos hitam lengan panjang bergambar lafadz Allah persis logo ISIS, sejumlah buku keagamaan dan kitab suci Al-Qur’an, yang kesemuanya ditemukan di dalam tas yang selalu dibawa-bawa.
“Awalnya rekan saya memosting status baru tentang kedua pemuda penjual Es yang mengenakan kaos bergambar logo ISIS pada pukul 16:00 WIB. Kami langsung koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Kodim terkait informasi itu. Selanjutnya, kami bersama sejumlah warga dan aparat Polsek Adiwerna langsung menuju TKP dan mengamankan kedua pemuda tanpa kesulitan,” kata Ustadz Syarif yang juga anggota GP Ansor wilayah Jawa Tengah serta Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Tegal..
Sementara, di sela-sela pertanyaan polisi, Ade Puji Kusmanto mengatakan bahwa dirinya menolak dikatakan sebagai anggota ISIS. Namun diakui bahwa dirinya adalah anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) untuk wilayah Kabupaten Brebes. Sedangkan kaos warna hitam lengan panjang bergambar tulisan lafadz Allah yang sama persis dengan logo ISIS itu dibelinya saat ada acara Musyawarah Daerah MMI di Cirebon, Jawa Barat sebelum bulan Ramadhan tahun 2014.
“Saya bukan agen ISIS, tapi saya anggota MMI dan saya tidak pernah didoktrin seperti halnya anggota ISIS. Soal kaos bergambar kaligrafi lafadz Allah yang dipakai saya, apakah itu salah ?. Semua orang bebas beli dan kaos semacam itu banyak dijual di kaki lima,” kata Ade.
Pemuda tanggung yang mengaku sudah 9 tahun berjualan Es Kelapa Muda di depan SD Adiwerna 01 kawasan Kantor Kecamatan Adiwerna itu mengaku tidak pernah melakukan gerakan semacam teroris. “Semua tindakan keseharian saya itu nyata dan terang-terangan. Kami tidak pernah dibaiat oleh kelompok teroris atau berniat membaiat siapapun,” ujarnya.
Sementara, tidak ada satupun petugas Polsek Adiwerna yang berkenan dimintai keterangan mengenai penangkapan kedua pemuda itu. Petugas hanya memberi kesempatan kepada sejumlah wartawan untuk mengambil gambar dan mewawancarai kedua pemuda itu sebentar. Selanjutnya, pada pukul 18:30 WIB petugas membawa kedua pemuda itu ke Mapolres Tegal.