Siaga: Aktifitas Gunung Slamet Semakin Dinamis
-Laporan Zaenal Muttaqin
Senin, 18/08/2014, 05:20:19 WIB

Gunung Slamet yang kini statusnya Siaga aktivitasnya makin dinamis (Foto: Dok/Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Gunung Slamet yang berada di wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes dan berbatasan dengan Kabupaten Tegal, Pemalang, Purbalingga dan Banyumas, Jawa Tengah, yang statusnya Siaga kini aktivitasnya makin dinamis.

Informasi yang berhasil diperoleh PanturaNews.Com menyebutkan, aktivitas Gunung Slamet pada Senin 18 Agustus 2014 mengalami letupan dua kali dengan menyemburkan abu kecoklatan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, dari puncak Gunung Slamet memuntahkan 52 kali lontaran material pijar dengan ketinggian sekitar 50 meter hingga 400 meter.

"Mengeluarkan dua kali letusan abu berwarna kecokelatan dengan ketinggian sekitar 300 meter hingga 400 meter yang cenderung mengarah ke bagian barat," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet PVMBG di Gambuhan, Sudrajat kepada wartawan di Pemalang.

Menurutnya, kondisi di puncak Gunung Slamet pada Senin pagi cukup terang, angin juga tenang tetapi masih terdengar 85 kali suara gemuruh dan tujuh suara dentuman sedang-kuat. Kondisi aktivitas yang masih relatif meningkat maka status gunung terbesar di Jateng ini masih berstatus "Siaga".

"Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik karena suara dentuman, kegempaan, dan letusan pijar belum sampai kepermukiman warga," kata Sudrajat.

Suara dentuman dan gemuruh juga masih ada dan sering terdengar dibanding aktivitas sebelumnya. Sementara radius bahaya "Siaga" Gunung Slamet tetap dalam radius empat kilometer dari puncak.

Sementara itu, Camat Sirampog Munaedi SH membenarkan kondisi Gunung Slamet yang aktivitasnya meningkat dan statusnya Siaga. Menurutnya, Desa Dawuhan dan Batursari di wilayahnya yang letaknya dekat dengan Gunung Slamet.

"Warga di dua desa itu sudah mengerti dengan kondisi Gunung Slamet saat ini, mereka juga selalu waspada meski tetap beraktivitas seperti biasa," katanya.

Dikatakan, pihaknya telah menggelar rapat kordinasi dengan pemerintah desa dan Muspika juga jajaran dinas terkait dari Pemkab Brebes, membahas penanganan menyikapi kondisi Gunung Slamet. Posko yang sebelumnya telah didirikan di Dukuh Cilik Dawuhan, kini juga diaktivkan kembali.

"Sosialisasi ke warga dan langkah yang diperlukan menghadapi kondisi Siaga Gunung Slamet telah dilakukan," ucap Menaedi.

Sementara itu pula, Kepala Desa Dawuhan, Iwan Budi S menuturkan, kondisi desanya tetap aman. Meski selalu waspada, warga desanya tetap waspada jika terjadi kemungkinan yang terburuk.

"Warga tetap beraktivitas karena sudah terbiasa dengan kondisi aktivnya Gunung Slamet," katanya.