![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Polres Brebes, Jawa Tengah, kerahkan 203 personilnya untuk amankan lalu lintas di jalur tengah, tepatnya di jalan nasional ruas Brebes - Tegal - Purwokerto. Pengamanan dilakukan untuk antisipasi pengalihan arus dari Pantura ke jalur tengah yang mengakibatkan kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas.
"Sebanyak 203 personil kami terjunkan untuk melakukan pengamaman antisipasi pengalihan arus setelah kerusakan jembatan comal," kata Kapolres Brebes, AKBP Ferdy Sambo SIK MH kepada PanturaNews.Com saat melakukan peninjauan arus lalu lintas di Kecamatan Bumiayu, Rabu 13 Agustus 2014.
Menurutnya, 203 personil dibagi dalam dua Pospam dan 10 Sub Pospam. Pospam pertama di Kecamatan Tonjong dan Pospam kedua di Kecamatan Paguyangan yang masing-masing membawahi lima Sub Pospam.
"Semua personil bertugas untuk mengamankan arus lalu lintas dan antisipasi terjadi kemacetan akibat pepadatan arus lalu lintas," ujar Ferdy.
Dikatakan, pengamanan arus diantaranya dengan mengarahkan kendaraan di jalan utama atau jalan lingkar dan melarang kendaraan berat masuk ke jalur Kota Bumiayu. Hal itu dilakukan agar aktivitas perekonomian warga tidak terganggu oleh kemacetan atau kepadatan lalu lintas.
"Rambu dan barikade telah dipasang untuk larangan masuk kota bagi kendaraan besar atau berat," tutur Ferdy.
Pengamanan arus pula mulai dari pertigaaan Klonengan Margasari hingga pintu exit Tol Pejagan Brebes, lalu lintas diberlakukan satu arah dari selatan. Sementara dari Exit Tol Pejagan menuju Purwokerto melewati jalur kota Brebes - Tegal dan ke Selatan menuju Purwokerto.
"Jalur di Klonengan menuju Pejagan terlalu smepit untuk dilalui kendaraan dua arah, sehingga diberlakukan hanya satu arah dari Selatan," terang Ferdy.
Ditambahkan, hambatan yang terjadi di lapangan karena kondisi jalan di jalur tengah yang sempit dan banyak tikungan serta tanjakan. Struktur dan tingkat jalan sebenarnya juga hanya dapat dilalui oleh kendaraan dengan tonase 10 ton, terutama di Ciregol.
Sering terjadi adanya antrian kendaraan karena menunggu kendaraan lainnya saat di tanjakan. Adanya pengemudi yang kurang disiplin seperti menyalip saat terjadi antrian juga sering mengakibatkan arus terkunci.
"Belum lagi jika ada kendaraan yang mogok atau patah as, seperti yang tadi terjadi di Tonjong, sambil menunggu perbaikan lalu lintas diberlakukan secara buka tutup dan itu timbulkan antrian kendaraan," jelas Ferdy.
Perlu diketahui, rusaknya jembatan Comal di jalur utama Pantura, arus lalu lintas di jalan nasional Brebes - Tegal - Purwokerto, terus meningkat. Jalur antara Klonengan Margasari, Tegal hingga Bumiayu, Brebes selalu mengalami kemacetan.
Kemacetan dipicu oleh meningkatnya arus lalu lintas kendaraan yang melintas dari dua arah di jalur tengah penghubung antara jalur Pantura dan Jalur Selatan Pulau Jawa. Kondisi jalan yang banyak tanjakan dan tikungan juga mengakibatkan kendaraan berat harus antri karena menunggu kendaraan di depannya aman melintas.
Kepadatan dan kemacetan lalu lintas di jalur tengah memakan korban. Kecelakaan yang mengakibatkan korban tewas, terjadi di jalan nasional ruas Brebes - Tegal - Purwokerto, Senin 11 Agustus 2014, tepatnya di Jalur Paguyangan dekat SPBU. Sebelumnya, Minggu 10 Agustusu 2014 juga terjadi kecelakaan, tiga orang meninggal dunia di tempat kejadian tepatnya di Jalan Lingkar Bumiayu.