|
|
Tokoh masyarakat dan LSM datangi Stasiun KA Bumiyu sampaikan aspirasi warga (Foto: Zaenal Muttaqin) |
|
PanturaNews (Brebes) - Buntut kemacetan lalu lintas di jalur tengah tepatnya di jalan nasional Sejumlah ruas Brebes - Tegal - Purwokerto, sejumlah elemen masyarakat Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendatangi Stasiun Kereta Api (KA) setempat, Selasa 12 Agustus 2014.
Sejumlah eleman masyarakat tersebut bermaksud menemui Kepala Stasiun untuk meminta agar KA angkutan penumpang dapat berhenti untuk mengangkut dan menurunkan penumpang. Sayangnya kepala Stasiun Bumiayu sedang tidak ada di tempat dan hanya diterima oleh stafnya.
"Kami ingin bertemu kepala Stasiun Bumiayu untuk menyampaikan aspirasi dari warga di Brebes bagian selatan ini agar ada KA ekonomi yang berhenti dan melayani penumpang juga kereta lainnya juga dapat berhenti menurunkan penumpang di stasiun ini," ujar H Karim Nagib salah satu tokoh masyarakat.
Menurutnya, warga Bumiayu dan sekitarnya yang ingin naik KA selama ini harus ke Purwokerto dulu, atau ketika naik KA dari tempat lain juga harus turun di Stasiun lain yang cukup jauh dari Bumiayu. Sehingga keberadaan Stasiun KA di Bumiayu sepertinya tak memberi manfaat bagi warga Bumiayu.
"Satasiun di Bumiayu mestinya dapat dimanfaatkan bagi warga sekitar. Untuk naik KA harus ke Purwokerto atau ketika turun harus di Purwokerto yang cukup jauh dari Bumiayu," kata Karim.
Dikatakan, Bumiayu kini telah ramai dan maju dengan aktivitas warganya tinggi sama dengan kota-kota lainnya. Sehingga kebutuhan akan kelancaran dan kemudahan transportasi menjadi utama.
Tapi saat ini warga Bumiayu dan sekitarnya sedang mengalami kesulitan akibat kemacetan dan kepadatan lalu lintas di jalur tengah, akibat pengalihan jalur Pantura setelah amblesnya jembatan Comal di Kabupaten Pemalang.
"Akibat lalu lintas macet untuk menuju daerah sekitar bahkan ke luar kota harus memeakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari," tutur Karim.
Bahkan akibat kemacetan pula, pasokan barang kebutuhan warga di Pasar dan pertokoan Bumiayu kini terlambat. Jika itu terjadi dalam waktu lama akan membuat warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Karenanya kami berharap ada perhatian dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membantu memudahkan transportasi bagi warga Bumiayu," tandasnya.
Sementara itu, Solahudin Asro aktivis LSM Bumiayu yang ikut dalam rombongan mendatangi Stasiun Bumiayu mengatakan, aspirasi warga harus dapat diwujudkan, jika tidak warga akan melakukan aksi tidur di rel KA. Warga Bumiayu akan terus meminta agar mendapat kemudahan pelayanan menggunakan transportasi KA di Stasiun Bumiayu.
"Transportasi yang mudah itu hak setiap warga, di sini ada Stasiun KA kenapa tidak dapat manfaat dari adanya Stasiun KA ini. Apa kami warga harus tidur di rel untuk mendapatkan hak ini," tegasnya.
Kedatangan eleman warga dan LSM diterima oleh Puji, selaku staf Stasiun Bumiayu, karena Kepala Stasiun sedang tidak ada di tempat. Puji menyambut baik dan akan melanjutkan aspirasi warga kepada pimpinan Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto.
"Kami dapat menerima permintaaan masyarakat Bumiayu dan akan kami sampaikan ke pimpinan yang memiliki kewenangan untuk memutuskan," katanya.
Dikatakan, pihak Stasiun Bumiayu hanya sebagai operator yang tugasnya mengikuti ketentuan Daop V Purwokerto. Diharapkan aspirasi warga Bumiayu juga disampaikan melalui surat resmi ke Kepala Daop V Purwokerto dan pihaknya akan memfasilitasi penyampaian surat tersebut.
"Agar aspirasi ini lebih mudah kami sampaikan ke atas mohon kiranya ada surat yang ditujukan ke Daop V Purwokerto," ucap Puji.
Kedatangan sejumlah eleman masyarakat dan LSM Bumiayu ke Stasiun nampak disertai pula Camat Bumiayu, Edy Yusuf yang sempat menyampaikan maksud kedatangan warga ke pihak Stasiun. Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya warga dan aktivis LSM berpamitan dan meninggalkan Stasiun secara tertib.
Sementara itu pula sebelum meninggalkan Stasiun KA Bumiayu, H Karim Nagib mengaku sempat dihubungkan melalui pesawat telepon dengan Senior Manajer Daop V Purwokerto, Aritonang. Menurutnya, keinginan warga Bumiayu dapat dimengerti sehingga akan diperhatikan dan akan disampaikan ke Kepala Daop V Purwokerto.
"Saya tadi dihubung lewat telepon dengan senior manajer dan akan memperhatikan keinginan warga Bumiayu," pungkasnya.