Di Brebes, Jokowi Disambut Ribuan Pendukungnya
-Laporan Takwo Heriyanto
Kamis, 19/06/2014, 02:13:00 WIB

Jokowi disambut pendukungnya saat baru turun dari mobil di Alun-alun Brebes (Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) disambut ribuan pendukungnya ketika menyambangi Kota Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di Alun-alun, Rabu 18 Juni 2014 sekitar pukul 22.00 WIB.

Tak ayal, capres yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) ini pun, nyaris tak bisa melewatinya saat baru turun dari mobil yang ditumpanginya. Hal itu dikarenakan ribuan pendukung mantan Wali Kota Solo ini, saling berdesak-desakan ingin menyalami Jokowi.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Heru Sujatmoko yang juga sebagai Wakil Gubernur yang ikut hadir ditengah-tengah ribuan pendukung Jokowi, juga nyaris tak bisa berjalan berdampingan karena kondisi tersebut.

Termasuk Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Indra Kusuma beserta istri, Maryatun dan jajaran struktural partainya serta Ketua Badan Pemenangan Pemilu, Idza Priyanti didampingi Narjo dan para relawannya ikut serta berdesak-desakan bersama ribuan pendukung lainnya.

Aparat kepolisian yang berjaga-jaga di lokasipun dibuat kewalahan, karena hampir semua pendukung ingin menyalami Jokowi. Hingga akhirnya tiba di tempat orasi yang disediakan, Jokowi menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting kepada ribuan pendukungnya.

Namun, sebelum menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting itu, Jokowi meminta maaf dihadapan ribuan pendukungnya karena datang terlambat. "Saya Pak Jokowi minta maaf karena datang terlambat. Mulai dari kunjungannya ke Cirebon, Jawa Barat, hampir tiap kecamatan yang saya lewati ingin dikunjungi saya.  Jadi, saya mohon maaf. Ini saja saya juga belum mandi karena disana-sini minta ingin didatangi saya. Termasuk di Brebes ini, tadinya saya tidak mau datang tapi karena banyak yang ingin didatangi saya, apalagi jumlahnya banyak sekali, jadi saya datang," ujar Jokowi.

Adapun beberapa hal yang dianggap penting yang disampaikan Jokowi kepada ribuan pendukungnya itu, diantaranya mengenai isu yang selalu dihembuskan oleh pendukung lawannya, yang menyebutkan bahwa Jokowi bukan asli orang Indonesia, tapi Singapura.

"Lah wong wajah saya ndeso kok dibilang bukan orang asli Indonesia, tapi Singapura. Saya ini asli orang Indonesia, tinggalnya di Karanganyar, Jawa Tengah. Jadi kalau ada isu seperti itu adalah bohong dan fitnah," kata Jokowi.

Kemudian, lanjut Jokowi, adanya isu bahwa tunjangan peningkatan untuk guru akan dihapus, termasuk beras untuk keluarga miskin (raskin) dihapus, menurut Jokowi semuanya itu juga bohong.

"Itu bohong, justru itu akan ditingkatkan. Termasuk tunjangan untuk bidan atau perawat kalau anggarannya ada ya ditingkatkan lagi," sebutnya.

Menurutnya, selama ini isu-isu atau fitnah yang terus terjadi dan dilakukan oleh lawannya terhadap dirinya (Jokowi), karena susah untuk mencari-cari kesalahannya.