![]() |
|
|
PanturaNews (Palestina) - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jawa Barat, Ika Subaika binti Jayadi, akhirnya dapat kembali ke Indonesia setelah lima belas tahun bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di distrik Nusairat, Jalur Gaza Palestina yang diblokade oleh Israel.
Ika dijemput langsung Sekretaris Dua Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Mesir, Puji Basuki dan seorang staf Joko Sumaryono.
Ika sebelumnya masuk ke Gaza pada 1999 yang lalu, dan bekerja sebagai PRT pada sebuah keluarga di kawasan Nusairat, Gaza bagian tengah. Sebelumnya, dia bertemu dengan majikannya di Arab Saudi pada 15 tahun yang lalu dan diajak bekerja di rumahnya. Saat itu, Ika masuk ke Gaza melalui perbatasan Erez, Utara Jalur Gaza, 2,5 km dari Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza.
Keinginan Ika untuk pulang sudah sejak lama, namun terkendala masa berlakunya paspor yang sudah habis belasan tahun yang lalu, serta tidak ada satupun yang bisa membantunya mengurus paspor tersebut, bahkan menurut Ika ia pernah ditipu hingga habis sekitar 3000 dolar AS ketika ada yang berpura-pura membantunya.
Wanita berumur 45 tahun tersebut bertemu dengan relawan Indonesia yang bertugas membangun RS Indonesia di jalur Gaza. Dengan bantuan relawan menghubungkan ke pihak KBRI Kairo, Mesir, akhirnya pihak berwenang bersedia membantu memulangkan Ika yang menjadi TKW secara ilegal tersebut.
Sementara itu petugas dari KBRI Kairo Mesir, Puji Basuki menyatakan pihaknya telah berusaha sejak satu bulan yang lalu untuk dapat masuk ke Gaza menjemput Ika, namun baru dizinkan masuk oleh Mesir hari ini.
“Kami dari KBRI Kairo juga berkoordinasi dengan KBRI Amman untuk kepulangan tenaga kerja non informal ini, dan Alhamdulillah kami bisa masuk ke Gaza dan menjemput Ika langsung ke sana,” Ujar Ukki, sapaan akrab Basuki seperti dilansir kantor berita Islam, Mi'raj Islamic News Agency (MINA) yang dikutip PanturaNews.Com, Selasa 17 Juni 2014.
Ika sendiri menangis tatkala paspor barunya diserahkan pihak kedutaan, seraya mencium paspor barunya Ika menyatakan sudah lama dia menginginkan paspor ini untuk pulang, bahkan hingga ditipu sampai uangnya habis.
Keluarga majikan Ika tak henti-hentinya menangis setelah mengetahui Ika akan dijemput. Sejak awal kedatangan tim KBRI ke rumahnya, sang majikan seorang nenek yang sehari-hari bersama Ika tak kuasa menahan air matanya. Dia menyatakan bahwa ika sudah seperti anaknya sendiri dan sehari-hari bersama dengan dia.
“Subaikah sudah seperti anak saya sendiri, kami tidur bersama, dia yang merawat saya dan memberikan obat-obatan ke saya. Saya percaya betul kepadanya, bahkan sejumlah harta saya seperti perhiasan saya titipkan kepada Ika,” ujar Ummu Abdallah, majikan Ika.
Rencananya, Ika akan berada di Kairo selama 1-2 hari dan akan dipulangkan ke Indonesia setelah serah terima KBRI dengan Deplu, untuk selanjutnya diantarkan kepada keluarganya.