Lagi, Tenaga Kerja Asal Brebes Disiksa di Singapura
-Laporan Takwo Heriyanto
Minggu, 08/06/2014, 07:05:35 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) yang bekerja diluar negeri, seakan tak pernah usai. Setelah meninggalnya Saetin (34), TKI asal Desa Sitanggal RT 03, RW  03, Kecamatan Bulakamba, Brebes di Singapura. Kini, muncul lagi kasus yang menimpa pada TKI asal Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Kunainah (30).

Kasus kematian Saetin yang misterius, karena jenazahnya terdapat jahitan dari kepala hingga kemaluan, bahkan terdapat luka memar dibagian tangan dan kakinya, menjadi pertanyaan keluarganya. Sedangkan kasus Kunainah yang baru dua bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga melalui PT Sumber Kencana Sejahtera (SKS) di Singapura ini, pulang dengan luka di sekujur tubuhnya akibat disiksa anak majikannya.

Tragisnya, TKI anak dari pasangan Carsudin (60) dan Tuminah (50) itu telantar saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa 3 Juni 2014. "Dari bandara, Kunainah dipulangkan dengan bus. Dia diturunkan di Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes," kata Ramuji (48), sepupu Kunainah saat mengantarnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, untuk mendapat perawatan, Minggu 8 Juni 2014.

Ramuji tidak tahu siapa yang memulangkan Kunainah. Dari Pejagan, Kunainah yang masih trauma ini, diantar tukang ojek ke rumah Sofiah, tukang urut di Desa Sitanggal, Kecamatan Brebes. Ramuji baru tahu Kunainah pulang setelah Rofiah menghubunginya.

Koordinartor Formigran, Jamaludin, mengatakan Kunainah semestinya diantar ambulans atau angkutan khusus dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dari bandara ke rumahnya.

"Tapi dia ditelantarkan. Dari bandara, dia dinaikkan bus umum dan diturunkan jauh dari rumahnya," tutur Jamaludin.

Jamaludin mengatakan, banyak kasus penganiayaan TKI di luar negeri yang tidak jelas penyelesaian hukumnya. Dia mendesak Kementerian Luar Negeri segera melakukan gugatan terhadap majikan yang menganiaya Kunainah.