Jembatan Timbang Tanjung Tilang 300 Truk Perhari
-Laporan Takwo Heriyanto
Kamis, 22/05/2014, 06:41:24 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Terbongkarnya kasus pungutan liar (Pungli) di jembatan timbang oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, jumlah truk yang ditilang di jembatan timbang Tanjung, Kabupaten Brebes, melonjak drastis dari 70 menjadi sekitar 300 truk per hari.

Disisi lain, pendapatan satu-satunya jembatan timbang yang berada di jalur pantura Kabupaten Brebes ini, bisa mengumpulkan uang tilang sekitar Rp 22 juta per hari. Padahal, targetnya hanya sekitar Rp 18,9 juta per hari.

“Kemarin saya cek, satu hari hanya dapat sekitar Rp 900 ribu,” ujar Kepala Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Tegal, Isdiyati Haryani kepada wartawan, Kamis 22 Mei 2014.

Namun, ia menjelaskan sebanyak 12 dari 16 jembatan timbang di Jateng serentak tak beroperasi mulai kemarin. “Yang masih beroperasi tinggal jembatan timbang di Rembang, Blora, Cilacap, dan Magelang,” jelasnya.

Penutupan sementara itu, kata Isdiyati, kebijakan dari Dinas Perhubungan Jateng. Sebab, banyak yang harus dibenahi jika operasional jembatan timbang harus disesuaikan dengan keinginan Gubernur.

Menurutnya, pada 2013 operasional 16 jembatan timbang lebih diutamakan untuk mengejar setoran ke kas daerah sebesar Rp 40,2 miliar. Pada 2014, target setoran pendapatan asli daerah (PAD) untuk 16 jembatan timbang itu dinaikkan menjadi Rp 42,5 miliar.

Dengan tingginya target PAD, petugas di jembatan timbang lebih mengutamakan sanksi denda sebagian besar truk yang kelebihan muatan. Meski banyak truk yang kelebihan muatan di atas 25 persen dari jumlah berat yang diizinkan, sanksi tilang jarang diberlakukan.

Sebab, pembayaran dari sanksi tilang masuk ke kas negara. Karena Gubernur Jateng menginginkan sanksi denda dan tilang di jembatan timbang diterapkan sesuai aturan, “Sekarang targetnya bubar semua,” tuturnya.

Kasi Pengawasan dan Operasional (Wasop) Dinas Perhubungan Jateng Wilayah Tegal, M Sugiyono, membenarkan penutupan sementara pada jembatan timbang di Jateng. Namun ia membantah jika ada pungli di Jembatan Timbang Tanjung.

"Kepada semua pegawai jembatan timbang, saya melarang melakukan pungli. Jika ada yang melanggar, akan diambil tindakan tegas berupa mutasi, penarikan ke kantor, hingga pemecatan," tegasnya.

Sementara, sopir truk ekspedisi asal Malang, Jawa Timur, Triyanto (44) mengaku baru tahu kalau jembatan timbang Tanjung ditutup sementara. “Kalau seluruh jembatan timbang ditutup, lumayan bisa menghemat uang,” katanya.

Sopir truk lainnya, Sudirman (60), mengaku mengapresiasi inspeksi mendadak yang dilakukan Gubernur Jateng di jembatan timbang Subah, Kabupaten Batang beberapa waktu lalu. Namun hal itu harus diikuti kebijakan perbaikan sarana prasarana di jembatan timbang.

Ia juga mengaku lebih menginginkan solusi yang baik untuk masalah jembatan timbang tersebut. "Sebab, saat ini di semua jembatan timbang belum tersedia sarana prasarana seperti lapangan untuk parkir, tempat membongkar muatan, dan tempat transit untuk sopir.

Apalagi, saya dengar juga dibebani pemasukan ke kas daearah hingga miliaran rupiah, itu juga bisa jadi penyebab pungli," pungkas supir truk yang biasa mengangkut muatan rumput laut dan bawang merah ke arah Jakarta ini.