Ratusan Massa Hizbut Tahrir Demo Tolak Kedatangan Barack Obama
JAY-Riyanto Jayeng
Minggu, 14/03/2010, 11:55:00 WIB

Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) wilayah Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama ke Indonesia. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Ratusan massa yang tergabung dalam kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) wilayah Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, menggelar unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama ke Indonesia, Minggu 14 Maret 2010 pukul 09.00 - 10.30 WIB di depan gerbang masuk Balaikota Tegal.

Unjuk rasa diawali dengan long march dari halaman parkir RSU Kardinah menuju Balaikota Tegal. Namun sesampainya di gerbang balaikota, massa yang membawa poster dan meneriakan yel-yel tolak Obama, terhadang pagar betis aparat Polresta Tegal dan personil Satpol PP.

Kordinator aksi massa HTI, Guntur, dalam orasinya mengatakan, kelompoknya menolak kedatangan Obama dengan alasan dia adalah seorang presiden dari sebuah negara yang telah melakukan tindakan brutal terhadap negara-negara Islam seperti Irak, Afghanistan. “Unjuk rasa ini dilakukan serentak se Indonesia. Pada intinya kami menolak Obama datang ke Indonesia, karena dia adalah presiden dari sebuah Negara bernama Amerika yang secara sengaja memusuhi umat Islam,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, kunjungan Obama ke Indonesia hanyalah untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi Amerika Serikat (AS) di negeri ini. Alasannya, karena Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang potensial bagi AS.

“Kunjungan itu hanya dijadikan sarana untuk memastikan bahwa Indonesia masih tetap dalam orbit pengaruhnya. Kunjungan itu hanya akan mengokohkan penjajahan yang dilancarkan secara tidak langsung terhadap negeri ini,” tegasnya.

Sementara dalam pers releasnya, juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto menyebutkan, Obama yang pada dasarnya seorang presiden dari sebuah Negara yang memerangi umat Islam tidak layak disambut sebagai tamu.

“Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami yang didalamnya diterapkan syariah Islam dibawah naungan khilafah. Kita jangan mau terus-menrus dilecehkan, dihisap dan dihancurkan oleh negara kafir penjajah,” tandasnya.