Polisi dan mssa bentrok dalam simulasi pengamanan Pileg dan Pilpres di Mapolres Tegal Kota (Foto: Johari)
PanturaNews (Tegal) - Ratusan massa mengamuk dan melempari petugas dengan kemasan gelas air mineral. Hal itu dipicu karena ada dugaan petugas pemungutan suara tidak adil. Melihat massa mulai brutal dan hendak membakar ban bekas, terpaksa petugas menyemprotkan air ke arah pendemo serta menembakan gas air mata.
Hanya hitungan detik, petugas berhasil membubarkan massa dan berhasil meringkus sesorang yang diduga provokator. Adegan itu terjadi saat Polres Tegal Kota, Jawa Tengah, melakukan simulasi pengamanan Pileg dan Pilpres di Jalan Pemuda depan Mapolres Tegal Kota, Rabu 12 Maret 2014.
Kapolres Tegal Kota, AKBP Darmawan Sunarko SIK melalui Kabag Ops Kompol Suwandi mengatakan, tujuan simulasi untuk latihan petugas agar tidak lupa penanganan kerusahaan saat Pileg maupun Pilpres. “Dalam simulasi kami menerjunkan sekitar 170 anggota, Kami mengharapkan Kota Tegal kondusif, namun jika itu harus terjadi, kami sudah siap mengatasinya, itulah tujuannya dilakukan simulasi pengamanan,” kata Suwandi.
Ditambahkan, selain untuk pengamanan Pileg dan Pilpres, juga untuk pengamanan saat pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tegal, yang akan berlangsung pada 23 Maret 2014 nanti. “Apapun bentuk ganguan keamanan baik saat pelantikan walikota, Pileg maupun Pilpres kami sudah siap, siap personil maupun siap kelengkapannya,” imbuhnya.
Dalam simulasi itu diceritakan, pada saat penghitungan hasil pemungutan suara, tiba-tiba ada salah satu warga yang tidak terima hasil penghitungan suara, karena diduga petugas pemungutan suara ada main dengan salah satu parpol, sehingga terjadi penggelembungan suara. Selanjutnya dilkukan mediasi, namun dibelakang ratusan massa langsung mengamuk merusak tobong dan surat suara, sehingga keributan tidak dapat terelakan.
Dengan sigap petugas, langsung mengamankan seseorang yang diduga sebagai provokator. Namun warga yang lain menyerang petugas, sehingga terjadi dorong-dorongan. Massa yang lain melakukan aksi pelemparan air mineral kearah petugas. Dengan terpaksa petugas menyemprotkan air dari mobil pemadam kebakaran untuk membubarkan massa.
Ternyata massa belum mau bubar, selanjutnya petugas menyemprotkan gas air mata, disertai dengan petugas kendaraan bermotor serta anjing pelacak. Melihat anjing galak dan terus mengejar massa, ratusan massa dengan sendirinya membubarkan diri. Ternyata massa tidak takut dengan semprotan air , gas air mata maupun petugas, namun lebih takut dengan anjing yang menyalak.