Selasa, 11/03/2014, 08:24:31
Bupati Didatangi Keluarga TKI yang Diduga Hilang
-Laporan Takwo Heriyanto

Orang tua Sarniti memperlihatkan foto anaknya yang sudah 3 tahun menghilang (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj. Idza Priyanti didatangi keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, yang diduga hilang sejak tiga tahun lalu, di kantor kerjanya, Selasa 11 Maret 2014.

Kelurga TKI yang diduga menjadi korban traficking (perdagangan manusia), Sarniti (20) adalah kedua orang tua korban, yakni Dulgani (46) dan Kustati (45). Keduanya datang menghadap Bupati Brebes didampingi LSM Masjaka Brebes, Sekda, Kepala Dinsosnakertrans, Kepala BPKBP dan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Tiara Brebes untuk mengadu atas kasus yang menimpa anaknya yang diduga hilang.

Seperti diberitakan sebelumnya Sarniti (20), sudah tiga tahun hilang tak diketahui kebaradaannya. Warga RT 08/ RW 05 Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba itu awalnya berangkat menjadi TKI ke Malaysia, tetapi hingga kini keluarga kehilangan kontak. Kondisi tersebut membuat orang tua dan keluarga di kampung cemas. Bahkan, keluarga khawatir Sarniti menjadi korban trafficking.

Dulgani (46), orang tua Sarniti berharap, Pemkab Brebes membantu agar diketahui kerberadaan anaknya yang sudah tiga tahu hilang. Pihaknya sudah berusaha mencari kemana pu, tetapi belum mendapatkan hasil. Awalnya, Sarniti diajak berangkat bibinya menjadi TKI di Malaysia. Semua pihaknya keberatan dan menolak, tapi tanpa sepengetahuannya anaknya diajak berangkat begitu saja. "Saya berharap Bupati bisa membantu menemukan anak saya," ujarnya.

Sekretaris Masjaka Brebes, H Mahfudin SS MSi mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan hingga nasib korban jelas. Pemkab juga harus turun tangan dalam mengatasi masalah tersebut. Pihaknya menduga korban merupakan salah satu warga yang menjadi korban trafficking. "Ini harus diusut tuntas," ungkapnya.

Sementara, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti saat dikonfirmasi berjanji akan membantu dalam mencari keberadaan Sarniti. Bahkan, pihaknya akan memberikan bantuan semaksimal mungkin agar keberadaan korban diketahui dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di tingkat daerah, provinsi hingga pusat. "Saya minta dinas terkait di daerah juga segera bertindak. Ambil langkah, untuk bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi keluarga korban," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita